klikkalimantan.com, MARTAPURA – Komisi III DPRD Kabupaten Banjar menyoroti tajam mandeknya rencana pembangunan jembatan penghubung Desa Sungai Tandipah dan Sungai Bakung, Kecamatan Sungai Tabuk. Proyek yang telah diusulkan sejak 2010 itu tak kunjung terealisasi, memantik kritik atas ketimpangan penentuan program prioritas Pemkab Banjar.
Anggota Komisi III DPRD Banjar, H Ruslan, menyebut usulan pembangunan jembatan tersebut berulang kali diajukan melalui Musrenbang, pokok pikiran (pokir) hingga proposal ke Dinas PUPRP, namun selalu kandas tanpa kejelasan.
“Sejak 2010 kita usulkan. Bahkan sempat ada pengukuran oleh pihak terkait, tapi setelah itu tidak ada tindak lanjut. Sampai sekarang tidak terealisasi, kesannya seperti diberi harapan palsu,” ujarnya usai Rapat Dengar Pendapat (RDP), Kamis (16/4/2026).
Menurut politisi Gerindra dari Dapil 4 itu, ketiadaan jembatan berdampak langsung pada kehidupan warga. Akses pelayanan dasar menjadi sulit, bahkan dalam kondisi darurat.
“Warga harus menyeberang pakai perahu. Ibu hamil harus ke desa seberang untuk melahirkan. Saat kebakaran, pemadam pun tak bisa masuk karena tidak ada akses. Padahal jaraknya hanya sekitar 2 kilometer jika ada jembatan, tapi bisa mencapai 20 kilometer jika memutar,” paparnya.
Ruslan menegaskan, usulan tersebut juga pernah disampaikan ke Bupati Banjar, namun belum membuahkan hasil. Berdasarkan penjelasan Dinas PUPRP, pembangunan jembatan diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp20 miliar. Alokasi itu dinilai terlalu besar jika ditanggung APBD, sehingga harus mengandalkan dukungan APBN. (zai/klik)















