klikkalimantan.com, MARTAPURA – Sama seperti di tahun sebelumnya, masyarakat di Desa Jawa Laut, Kecamatan Martapura yang terdampak banjir selalu luput dari perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar.
Meski berada di wilayah perkotaan, bencana banjir yang menggenang permukiman warga di Desa Jawa Laut atau yang lebih dikenal nama Kampung Jawa biasanya akan berangsur selama dua hingga empat pekan baru air mulai surut. Perihal ini terjadi sebab, daerah resapan Folder Antalangu yang terhubung dengan sungai di Desa Tunggul Irang dan Sungai Martapura tidak berfungsi secara optimal.
Bahkan, Kepala Lingkungan (Kaling) 1 Desa Jawa Laut Abdussalam mengatakan, hingga saat ini masih belum ada bantuan dari pemerintah untuk warga yang sudah satu bulan lamanya di daerah bencana banjir di Desa Jawa Laut.
“Hingga saat ini masih belum ada bantuan dari pemerintah baik untuk paket sembako dan obat-obatan, khususnya salap kutu air yang mulai dikeluhkan warga,” ujarnya pada Selasa (28/1/2025).
Kaling yang akrab disapa Alam ini juga menjelaskan, dari dua belas RT, terdata sebanyak sembilan RT di Desa Jawa Laut terdampak banjir hingga menggenangi rumah warga dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 50Cm hingga 100Cm.
“Mulai dari RT01, RT02, RT03, RT04, RT05, RT06, RT07, dan RT08, serta di RT11. Untuk terdampak banjir terparah terjadi di RT03 dan RT11. Total ada sekitar 500 unit lebih rumah yang dihuni 752 Kepala Keluarga (KK), dan 1.943 Jiwa di sembilan RT terdampak banjir,” ujarnya pada Selasa (28/1/2025).
Terkait layanan kesehatan untuk warga terdampak banjir dari dinas terkait, lanjut Alam mengungkapkan, bahwa tenaga kesehatan (Nakes) dari Puskesmas pada kemarin baru mulai melakukan penyuluhan terkait kesehatan.
“Hari kabarnya ada rencana dari Puskesmas untuk membagikan salap kutu air untuk warga terdampak banjir,” tutupnya.(zai/klik)