klikkalimantan.com, MARTAPURA – Terdata sebanyak 2 unit rumah di RT02, Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, luluh lantah rata dengan tanah setelah diterjang derasnya arus air banjir pada 16 Januari 2021 lalu.
Akibatnya, nenek Nur Halifah terpaksa mengungsi sementara ke mushala tak jauh dari rumahnya. Begitupun Jamaluddin yang mengalami insiden serupa, dia bersama 3 orang anak dan istrinya terpaksa mengungsi pula.
Dikonfirmasi terkait peristiwa tersebut, Wahyudi Rahmat, Sekretaris Camat (Sekcam) Kecamatan Pengaron, mengaku tidak mengetahui adanya insiden tersebut. Ia mengaku baru mengetahui peristiwa ambruknya rumah warga melalui jejaring media sosial YouTube.
“Kemarin saya tidak mendengar informasi tersebut. Saya baru mengetahui setelah melihat di jejaring media sosial YouTube. Selanjutnya berkoordinasi dengan aparat setempat,” ujarnya ketika dikonfirmasi klikkalimantan.com melalui pesan singkat WhatsApp, Rabu (20/1/2021).
Wahyudi Rahmat menyatakan, aparat Kecamatan Pengaron, yang kebetulan warga Desa Lok Tunggul, sudah terjun ke lokasi untuk mendata rumah yang rusak akibat diterjang banjir.
“Saat ini untuk dua unit rumah yang rusak sudah kami laporkan ke dinas terkait. Semoga ada bantuan secapatnya bagi warga yang rumahnya hancur,” harapnya.
Tak hanya sampai di situ. Dikatakan Wahyudi Rahmat, kemarin salah satu rumah warga sempat hanyut terbawa arus, hingga tersangkut pada bangunan rumah warga lainnya. “Karena berada tak jauh dari lokasi. Bangunan rumah pun masih dapat dilakukan perbaikan,” tuturnya.
Ketika ditanya apakah insiden ambruknya bangunan rumah juga terjadi di RT 03, Desa Benteng, dengan total 5 unit rumah berdasarkan informasi yang didapat klikkalimantan.com?
Wahyudi Rahmat tak menampiknya. Ia membenarkan ada sejumlah rumah warga yang terdampak. Namun, untuk total jumlah unit rumah masih dilakukan pendataan.
“Saat ini terdata 1 unit rumah ambruk, 2 unit dapur rumah hancur. Sisanya masih dilakukan pendataan dari aparat desa di Desa Benteng. Yang jelas, terkait musibah yang menimpa warga ini sudah kita koordinasikan. Kemungkinan dana yang akan digunakan dari alokasi anggaran di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses konfirmasi terkait ambruknya beberapa rumah di desa di Kecamatan Pengaron masih dilakukan.(Zai/klik)