Jumat, Agustus 21, 2026
Berandaadvertorial banjarSekda: Bencana Tak Dapat Dihindari, Tapi Dampaknya Dapat Ditekan Jika Masyarakat Memiliki...

Sekda: Bencana Tak Dapat Dihindari, Tapi Dampaknya Dapat Ditekan Jika Masyarakat Memiliki Pengetahuan dan Keterampilan

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banjar, H Yudi Andrea menghadiri sosialisasi bertajuk ‘Penguatan Literasi Kebencanaan untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat Kalimantan Selatan dalam Menghadapi Ancaman Bencana’, Rabu (5/8/2026) di Aula Kantor BKPSDM Kabupaten Banjar di Martapura. Kegiatan diselenggarakan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Komisi III DPR RI.

Dalam sambutannya, Sekda Yudi Andrea mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar terus memperkuat upaya mitigasi bencana melalui peningkatan literasi kebencanaan sebagai langkah strategis membangun masyarakat yang tangguh, adaptif dan siap menghadapi berbagai potensi bencana.

Menurutnya, Kabupaten Banjar bersama wilayah lain di Kalimantan Selatan memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai jenis bencana, mulai dari banjir, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga tanah longsor. Karena itu, paradigma penanggulangan bencana perlu bergeser dari penanganan pascabencana menuju upaya mitigasi risiko dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Literasi kebencanaan, kata Yudi, merupakan fondasi penting dalam membangun ketahanan masyarakat. “Bencana memang tidak selalu dapat dihindari, namun dampaknya, terutama risiko korban jiwa maupun kerugian material, dapat ditekan apabila masyarakat memiliki pengetahuan, pemahaman, serta keterampilan yang memadai dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan Sekda Yudi, literasi kebencanaan tidak hanya sebatas pemahaman teoritis, tetapi harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui pemahaman jalur evakuasi, pelaksanaan simulasi penanggulangan bencana, pemanfaatan sistem peringatan dini, hingga pembentukan budaya siaga bencana di lingkungan keluarga maupun komunitas.

“Literasi kebencanaan bukan sekadar teori, melainkan pemahaman praktis mengenai jalur evakuasi, simulasi mandiri, peringatan dini, serta budaya siaga bencana di lingkungan keluarga dan komunitas,” kata Sekda Yudi.

Pada kesempatan tersebut, Yudi Andrea menyampaikan apresiasi kepada BNPB dan Komisi III DPR RI yang telah menyelenggarakan sosialisasi di Kabupaten Banjar. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat, BPBD, hingga pemerintah desa dan kelurahan melalui berbagai program pengurangan risiko bencana. “Di antaranya Desa Tangguh Bencana (Destana), pembinaan relawan siaga, serta peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya. (to/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
headline9.com
headline9.com

Most Popular

Recent Comments