klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel), H Muhidin memimpin langsung rapat koordinasi (rakor) tingkat tinggi, atau High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalsel, Senin (16/3/2026) di Gedung Mahligai Pancasila, Banjarmasin. Kegiatan ini dilaksanakan dalam upaya pengendalian inflasi untuk menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan hari besar keagamaan (HBK).
Dikatakan Gubernur Muhidin, angka inflasi tahunan, Provinsi Kalsel mencapai 5,97 persen, ini melebihi angka nasional sebesar 4,76 persen. Faktor pemicunya antaranya lain; kenaikan tarif listrik, harga emas, beras, daging dan telur ayam ras. Â “Kita sempat dihubungi Pak Tito, ini bagaimana Kalsel, cepat rapatkan,” ujarnya.
Karena itu, kata menurut Gubernur Muhidin, langkah cepat diambil melalui penguatan koordinasi TPID dengan menjaga ketersediaan pasokan pangan, memastikan kelancaran distribusi bahan pokok, pelaksanaan pasar murah atau operasi pasar, dan penguatan kerjasama antardaerah.
Terkait pasar murah, Gubernur terus mendorong pihak-pihak yang bisa menyelanggarakan kegiatan ini, karena masyarakat memerlukan bahan pokok dengan harga lebih murah.
Saat rakor, Gubernur Muhidin juga menyoroti tiga kabupaten di Kalsel yang mengalami inflasi tinggi yaitu Hulu Sungai Tengah, Tanah Laut dan Kotabaru. BPS pun diminta terus menyampaikan laporan perkembangan inflasi di daerah secara berkala, sehingga bisa diambil tindakan cepat bersama pihak terkait. (to/klik)








