Senin, Juli 20, 2026
BerandaBanjarmasinSosialisasi Program BPU di DPRD Banjarmasin, Hj Mariana Tegaskan Pentingnya Perlindungan Pekerja...

Sosialisasi Program BPU di DPRD Banjarmasin, Hj Mariana Tegaskan Pentingnya Perlindungan Pekerja Informal

klikkalimantan.com, BANJARMASIN –  Anggota DPR RI Hj Mariana menegaskan pentingnya perlindungan sosial bagi pekerja, khususnya sektor informal, melalui Program Perlindungan Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dalam kegiatan sosialisasi bersama mitra Komisi IX, BPJS Ketenagakerjaan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Rapat Paripurna DPRD Kota Banjarmasin, Sabtu (18/7/2026).

Dalam kesempatan itu, Hj Mariana secara tegas menyoroti masih minimnya pemahaman masyarakat terkait perbedaan antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk mekanisme kepesertaan dan besaran iuran.

“Masih banyak masyarakat yang belum memahami perbedaan antara BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Termasuk bagaimana cara menjadi peserta serta berapa iuran yang harus dibayarkan setiap bulan. Ini menunjukkan sosialisasi masih perlu diperkuat,” ujar Hj Mariana.

Ia menekankan, melalui Program BPU, pekerja informal memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan perlindungan sosial, sebagaimana pekerja formal. Menurutnya, selama ini masih banyak anggapan keliru bahwa BPJS Ketenagakerjaan hanya diperuntukkan bagi pekerja formal.

“Perlu ditegaskan, BPJS Ketenagakerjaan bukan hanya untuk pekerja formal. Melalui program BPU, pekerja informal seperti pengupas udang, pekerja rumah tangga, hingga pelaku UMKM bisa menjadi peserta dan mendapatkan perlindungan,” tegasnya.

Hj Mariana juga menggarisbawahi besarnya manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan, salah satunya santunan kematian serta beasiswa pendidikan bagi anak peserta hingga jenjang perguruan tinggi.

“Manfaatnya sangat nyata. Jika peserta meninggal dunia, ahli waris akan mendapatkan santunan hingga Rp42 juta. Selain itu, jika memiliki anak usia sekolah, akan diberikan beasiswa sampai kuliah. Ini sangat membantu keluarga yang ditinggalkan,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengakui bahwa akses informasi dan pemahaman masyarakat masih belum merata, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir.

“Kalau di perkotaan seperti Banjarmasin mungkin aksesnya lebih mudah, termasuk pendaftaran secara online. Tapi di daerah pedesaan dan pesisir, masih banyak yang belum memahami mekanismenya. Ini menjadi pekerjaan bersama untuk terus melakukan edukasi,” katanya.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Hj Mariana berharap masyarakat, khususnya pekerja sektor informal, tidak lagi ragu untuk mendaftarkan diri dalam program BPJS Ketenagakerjaan, terutama skema BPU, sebagai bentuk perlindungan terhadap risiko sosial dan ekonomi.

“Program ini sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya. Jangan sampai masyarakat baru menyadari manfaatnya ketika risiko itu sudah terjadi,” pungkasnya.(sin/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments