Selasa, Agustus 4, 2026
BerandaBanjarbaruTemui Dua Petinggi PLN, Gubernur Muhidin Cari Kepastian Penyebab Byar Pet bergilir...

Temui Dua Petinggi PLN, Gubernur Muhidin Cari Kepastian Penyebab Byar Pet bergilir Listrik di Kalsel

klikkalimantan.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Muhidin menemui langsung Executive Vice President Operasional Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero), Saleh Siswanto dan General Manager (GM) PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, Rabu (29/7/2026) di Banjarbaru. Menemui dua petinggi PLN dilakukan Gubernur Muhidin sebagai upaya mencari tahu penyebab krisis kelistrikan yang berdampak pada pemadaman bergilir di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah.

Dalam koordinasi itu, Gubernur H Muhidin meminta tim dari pusat segera turun ke daerah untuk memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi pembangkit listrik yang menjadi penyebab terganggunya pasokan listrik.

Gubernur H Muhidin juga meluruskan informasi yang sempat beredar di masyarakat terkait lokasi pembangkit listrik. Ia menjelaskan bahwa pembangkit berkapasitas 2×100 megawatt yang berada di Kabupaten Gunung Mas, Kuala Purun Kalimantan Tengah, bukan merupakan IPP Murung Raya, sebagaimana sempat diberitakan, melainkan pembangkit milik SKS Listrik Kalimantan (SLK).

Untuk memastikan kondisi di lapangan, Gubernur Muhidin berencana melakukan peninjauan langsung bersama jajaran terkait. “InshaAllah minggu depan kita akan melakukan peninjauan di PLTU Asam-Asam bersama jajaran PLN, untuk memastikan bahwa proses perbaikan memang berjalan sesuai rencana, ” katanya.

Sementara itu, GM PLN UID Kalselteng, Iwan  Soelistijono, mengungkapkan bahwa pemadaman yang terjadi disebabkan   3 unit pembangkit besar di sistem interkoneksi  di Kalimantan Selatan dan Tengah, hingga mengalami gangguan dan sedang menjalani proses perbaikan.

Disebutkan dia, PLTU SKS Listrik Kalimantan (SLK) di Kabupaten Gunung Mas  Kalimantan Tengah, memiliki kapasitas 2×100 megawatt. “Saat ini unit 1 beroperasi normal, aman dan handal, sedangkan Unit 2 yang mengalami gangguan ditargetkan kembali beroperasi pada 5 Agustus 2026 dengan kapasitas 100 megawatt, ” ujar Iwan Soelistijono.

Selain itu, PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) di Kabupaten Tabalong yang juga memiliki kapasitas 2×100 megawatt sebelumnya mengalami gangguan pada Unit 2 sebesar 100 megawatt.

Namun Iwan memastikan, unit tersebut telah berhasil kembali beroperasi penuh sejak 28 Juli 2026, lebih cepat dari target semula pada 30 Juli 2026. PLN juga menyampaikan bahwa PLTU Asam-Asam Unit 3 dan 2 di Kalimantan Selatan yang memiliki kapasitas 54 megawatt turut menjadi bagian dari proses pemulihan sistem kelistrikan. (to/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments