Selasa, Juli 21, 2026
Berandaadvertorial banjarTim Bappenas Observasi Program Penurunan Stunting di Dua Lokasi, Wabup Banjar Berharap...

Tim Bappenas Observasi Program Penurunan Stunting di Dua Lokasi, Wabup Banjar Berharap Masukan

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pemantauan pelaksanaan program percepatan penurunan stunting dilakukan tim dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) RI di Kabupaten Banjar berlanjut dengan observasi lapangan. Kamis (16/7/2026), tim memantau pelaksanaan program percepatan penurunan stunting di dua lokasi; Posyandu Desa Mali-mali dan Kampung KB di Kelurahan Keraton.

Saat pemantauan lapangan, Wakil Bupati (Wabup) Banjar Habib Idrus Al Habsyi ikut mendampingi tim. Menurutnya, percepatan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah yang dilaksanakan secara terpadu melalui kolaborasi lintas sektor.

Keberhasilan menurunkan angka stunting, kata Habib Idrus, tidak hanya bergantung pada sektor kesehatan, tetapi juga memerlukan dukungan seluruh perangkat daerah, pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan serta partisipasi aktif masyarakat.

“Melalui kunjungan ini, kami berharap mendapatkan masukan dan rekomendasi dari Bappenas untuk semakin menyempurnakan program percepatan penurunan stunting di Kabupaten Banjar sehingga target yang telah ditetapkan dapat tercapai,” kata Wabup Habib Idrus.

Sementara itu, Koordinator Direktorat Pengendalian Evaluasi Kebijakan Strategis 4 Bappenas, Meita mengapresiasi pola koordinasi yang telah berjalan di Kabupaten Banjar. Hubungan kerja sama yang solid antara camat, jajaran aparatur desa, puskesmas, hingga tingkat kader Posyandu dinilai menjadi modal kuat yang dapat direplikasi oleh daerah lain. Kendati demikian, penyelarasan program kerja yang dinilai masih perlu dioptimalkan agar sinergi yang terbangun dapat memberikan hasil yang jauh lebih besar.

“Kami ingin melihat bagaimana kasus stunting di Desa Mali-Mali ini, termasuk kunjungan ke Posyandu untuk mengetahui apakah balita yang terindikasi stunting membaik perkembangannya setelah diberikan intervensi, misalnya dari status sangat pendek menjadi pendek,” kata Meita.

Disebutkan Meita, Kabupaten Banjar saat ini masih mencatat angka stunting yang cukup tinggi di Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan data terkini, angka stunting di di Kabupaten Banjar berada di kisaran 32 persen.

Kondisi ini, lanjutnya, menuntut kerja keras dari seluruh pihak guna mengejar target penurunan stunting nasional, di mana Kabupaten Banjar ditargetkan dapat menekan angka tersebut hingga mencapai 17 persen pada akhir tahun 2029.

“Angka stunting di Kabupaten Banjar ini memang masih sangat tinggi dan menjadi nomor satu di Provinsi Kalsel. Targetnya, pada penghujung 2029 nanti bisa ditekan hingga ke angka 17 persen. Memang diperlukan upaya yang cukup keras, namun melalui perbaikan kebijakan dan konsistensi intervensi, kami berharap angka ini dapat diturunkan secara bertahap,” kata Meita. (to/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments