klikkalimantan.com, BANJARMASIN — Masyarakat Kota Banjarmasin diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara. Kondisi musim kemarau yang disertai kebakaran lahan, khususnya lahan gambut, dinilai berpotensi meningkatkan paparan asap dan polusi udara.
Paparan udara tercemar tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain ISPA, masyarakat juga rentan mengalami batuk, iritasi tenggorokan, hingga gangguan pernapasan lainnya apabila terus terpapar udara yang tidak sehat.
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Wakhid Husaini, mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi kualitas udara saat beraktivitas di luar rumah. Salah satu langkah sederhana yang dinilai penting adalah menggunakan masker sebagai perlindungan tambahan dari paparan asap dan partikel polutan.
“Kondisi seperti sekarang ini harus menjadi perhatian bersama. Musim kemarau dan adanya lahan yang terbakar membuat udara tercemar, sehingga masyarakat lebih rentan terkena ISPA maupun gangguan pernapasan lainnya,” ujarnya.
Menurut Wakhid, penggunaan masker perlu menjadi kebiasaan, terutama ketika masyarakat harus beraktivitas di luar rumah dalam kondisi udara yang dipenuhi asap. Langkah tersebut penting dilakukan untuk mengurangi paparan langsung terhadap polusi.
“Untuk masyarakat, kami mengimbau agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah. Ini sebagai upaya untuk mengurangi dampak dari polusi udara, khususnya asap akibat kebakaran lahan gambut,” kata Politisi PKS ini.
Wakhid juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing. Apabila mulai mengalami keluhan seperti batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri atau radang tenggorokan, maupun gejala lain yang mengarah pada gangguan pernapasan, masyarakat diminta tidak menganggapnya sepele.
Ia menilai pencegahan harus menjadi langkah utama, terlebih ketika kondisi lingkungan dan kualitas udara sedang kurang baik. Masyarakat juga diharapkan dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila paparan asap semakin pekat.
“Jangan menunggu sampai sakit baru melakukan pencegahan. Kalau kondisi udara sedang tidak baik, sebaiknya aktivitas di luar dikurangi dan gunakan perlindungan seperti masker,” tegasnya. (sin/klik)

















