Komisi IV DPRD Banjar Jamin Perawatan Pasien Penyakit Kulit

(Foto : Rahmat Andika, bocah yatim piatu berusia 4 tahun, warga Komplek Anugrah Jaya Bastari, Jalan Antasan Raden Gang Akpres, Desa Gudang Girang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, saat mendapat perawatan di ruang IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura, Rabu (30/9/2020)/klik)

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Sungguh malang nasib bocah berusia 4 tahun dengan nama lengkap Rahmat Andika, warga Komplek Anugrah Jaya Bastari, Jalan Antasan Raden Gang Akpres, Desa Gudang Girang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar ini. Sudah satu tahun lebih ia menderita penyakit kulit yang hingga kini tak kunjung sembuh.

Mendengar kabar ada warganya yang tergolong kurang mampu menderita penyakit kulit dan tak mampu berobat  ke rumah sakit untuk mendapat perawatan yang lebih intensif, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar, Ahmad Syarwani, pun langsung tergugah dan bergegas mendatangi kediaman Rahmat Andika yang dirawat kakek dan neneknya, sejak kedua orang tua Rahmat Andika meninggal dunia karena sakit.

“Setelah mendapatkan kabar tersebut, kami langsung menghubungi aparat desa setempat. Selanjutnya kamu membujuk keluarganya, agar Rahmat Andika dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha, Martapura. Alhamdulillah, Rahmat Andika sudah mendapat perawatan di IGD,” ujar Ahmad Syarwani.

“Proses penjemputan bocah tersebut langsung difasilitasi mobil ambulan dari RSU Al Mansyur Medika Banjarbaru,” sambungnya kepada klikkalimantan.com, Rabu (30/9/2020).

Digunakannya fasilitas unit ambulan dari RSU Al Mansyur Medika Banjarbaru saat proses penjemputan, ungkap politisi Partai Nasdem ini, bukannya tanpa alasan. Yakni sebagai upaya antisipasi, kalau-kalau proses perawatan Rahmat Andika yang berstatus yatim piatu tersebut terkendala masalah birokrasi.

“Ternyata pihak RSUD Ratu Zalecha Martapura langsung memberikan respon yang positif, dan melayani pasien dengan sangat baik. Kami berharap, hal seperti ini dapat terus ditingkatkan, guna memberikan pelayanan, kenyamanan, keberlangsungan kehidupan masyarakat di Kabupaten Banjar, khususnya di bidang kesehatan,” harapnya.

Ahmad Syarwani pun memastikan, selama Rahmat Andika yang menderita penyakit kulit menjalani perawatan di RSUD Ratu Zalecha Martapura, berbagai keperluan baik dari segi administrasinya akan dimonitoring secara langsung.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. Karena data Kartu Keluarga (KK) pasien bukan berasal dari Kabupaten Banjar, maka apabila ada masalah administrasi yang tidak disetujui oleh pihak rumah sakit, maka yang besangkutan akan kami larikan ke RSU Almansyur Medika Banjarbaru,” jelasnya.

Tak hanya sampai di situ. Ahmad Syarwani pun menegaskan, siapa pun masyarakat yang sakit dan perlu perawatan intensif, maka dapat dipastikan  mendapat pelayanan dan perawatan baik di puskesmas atau pun di RSUD Ratu Zalecha Martapura. “Perlu diingatkan bahwa tidak ada masyarakat yang tidak terlayani oleh pihak RS atau pun puskesmas, apabila ingin berobat,” tegasnya.

Mendampingi Rahmat Andika yang masih dirawat di IGD RSUD Ratu Zalecha Martapura, Nurani Hartati selaku sang nenek mengaku hanya bisa berpasrah diri dan memberikan obat-obatan herbal dan obat yang dibelinya di apotik terdekat untuk kesembuhan cucu kesayangannya. Terlebih, pekerjaan suaminya hanya sebagai buruh bangunan.

“Tapi, penyakit yang diderita cucu saya malah 6 bulan belakangan tambah parah. Awalnya hanya bagian tapak kaki dan bagian perut sebelah kiri saja, kini sudah menjalar ke seluruh tubuh. Dan saban malamnya cucu saya pasti nangis karena sakit yang dideritanya. Saya bersama keluarga secara bergantian menjaganya,” bebernya.

Dari informasi yang diperoleh klikkalimantan.com di lokasi, selain masalah perekonomian yang mendera Nurani Hartati, sehingga tak ada upaya merujuk cucu semata wayangnya untuk mendapat perawatan baik di puskemas atau rumah sakit, ternyata hingga saat ini KK yang dikantongi Nurani Hartati masih berstatus warga Teluk Tiram, Kota Banjarmasin, meskipun beberapa bulan lalu telah pindah tempat tinggalnya di Desa Gudang Hirang, Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar sekarang ini.(Zai/klik)

Advnativ