Dianugerahi Kalpataru, Ini Rekam Jejak KH Zarkasyi Hasbi pada Pembinaan Lingkungan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pimpinan Pondok Pesantren Darul Hijrah, KH Zarkasyi Hasbi menerima penghargaan Kalpataru 2021 Kategori Pembina Lingkungan. Pengharhargaan diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar, Kamis (14/10/2021) di Auditorium Dr Soedjarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta.

Dianugerahi Kalpataru, karena KH Zarkasyi Hasbi dinilai berjasa melestarikan fungsi lingkungan hidup di sekitar lingkungan pondok pesantren. Mendirikan Pondok Pesantren Darul Hijrah 35 tahun silam, tepatnya pada 1986, KH Zarkasyi Hasbi menciptakan lingkungan pondok peduli dan berbudaya lingkungan hidup. Karena itu pula, pada 2008 lalu, Pondok Pesantren Darul Hijral berhasil mewujudkan eco-pesantren.

Tak hanya itu, masih di lingkungan pondok pesantren, KH Zarkasyi Hasbi juga berhasil merehabilitasi dan memanfaatkan lahan terlantar dengan budidaya ikan patin dan tanaman buah produktif. Pembinaan warga sekitar pondok agar berbudaya ramah lingkungan, juga dilakukan.

Menurutnya, dianugerahi Kalpataru hal yang tak pernah dia bayangkan. Karena niat awal mendirikan pondok pesantren hanya bermanfaat bagi umat. Meskipun diakui untuk menjadi seperti sekarang banyak perjuangan yang harus dilalui, terlebih kondisi di sekitar pesantren yang dipimpinnya saat awal berdiri berada di tengah hutan, banyak binatang liar, akses jalan setapak, keterbatasan dana hingga keterbatasan SDM.

“Lingkungan Pondok juga memiliki tekstur tanah yang keras, berbatu dan berongga, sering karhutla, sumber air terbatas dan hanya mengandalkan sumur gali lalu kering ketika kemarau,” kata KH Zarkasyi.

Anugrah Kalpataru pantas untuk Sang Kyai. Karena menurut Boyke W Triesriyanto, pensiunan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar yang sekaligus pengusul pertama sosok KH Zarkasyi Hasbi sebagai penerima Kalpataru, sosoknya mempunyai pengaruh besar untuk lingkungan.

”Beliau sangat rajin memikirkan lingkungan mulai sanitasi pondok, pengelola sampah dan lingkungan. Era tahun 90an lingkungan yang pondok hanya ilalang dan gersang. Kini berubah,” kata Boyke.

Awalnya, bangunan pondok dikelilingi semak belukar dan pepohonan liar. Santri juga masih sering mandi di aliran irigasi. Rintisan dimulai ketika KH Zarkasyi aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah Banjar dan menginisiasi berbagai program yang bisa disenergikan dengan pemerintah. Dana pada hari ini pondok menjadi, sehat, asri, sejuk, dan menyenangkan. Pondok yang awalnya yang dihuni 4 santri sekarang sudah dihuni 1.800 santri putra dan 1.700 santri putri.

Pesantren sekarang diisi dengan Taman Ekoriparian, taman depan kelas, taman depan asrama, taman depan kantor, taman bibit tanaman, kebun santri milineal, hidroponik, TPS 3R, MCK Modern, bio gas, IPAL, taman TOGA, green house, dan eko wisata adalah sebagian dari sarana dan prasarana pendukung ramah lingkungan yang sepenuhnya dikelola ustaz dan santri. (to/klik)