Dari Sidak Kafe D’Legend, ‘Presisi’ Kepolisian di Kota Banjarbaru Dipertaruhkan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
SIDAK - Sidak kafe D'legend di kawasan Jalan Trikora Banjarbaru yang mendapati banyak minuman keras. (foto: yan/klik)

klikkalimantan.com, BANJARBARU – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang saat ini di bawah komando Jenderal Listyo Sigit Prabowo sedang giat-giatnya mengembalikan citra kepolisian di tengah masyarakat. Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan (Presisi), program diusung yang salah satunya untuk menguatkan lagi imaj positif korps cokelat tersebut di tengah masyarakat.

Karena faktanya, dari hasil survei sejumlah lembaga penelitian, tingkat kepercayaan masyarakat pada lembaga ini terendah di antara lembaga negera penegak hukum lainnya; Kejaksaan, Pengadilan, dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Berdasarkan hasil survei dilakukan Kelompok Diskusi dan Kajian Opini Publik Indonesia (KedaiKopi) yang dirilis 12 Agustus 2021, kepolisian menempati urutan terendah, 66,3 persen. Kejaksaan dan Pengadilan mendapat hasil sama, 73,7 persen. Di urutan pertama, KPK dengan 76,3 persen.

Hasil survei yang jauh lebih rendah dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Pada survei yang dilakukan 31 Juli – 2 Agustus 2021, kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian hanya 58 persen. 1 persen di atas Polri, adalah Kejaksaan dengan 59 persen, dan 60 persen KPK. Sedangkan Pengadilan menjadi lembaga penegak hukum paling banyak dipercaya masyarakat dengan 61 persen.

Namun alih-alih mengiring ‘Presisi’ yang didengungkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, di Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, citra baik kepolisian justru sedang dipertaruhkan. Pasalnya pada inspeksi mendadak (sidak) di kafe D’Legend di kawasan Jalan Trikora, tepat tengah malam pada Rabu (24/11/2021) ditemukan banyak minuman keras (miras).

Yang mengejutkan adalah pernyataan disampaikan Vera, seorang perempuan yang kemudian diketahui sebagai penanggungjawab kafe. Menurutnya malam itu, pengelola kafe tidak menyediakan miras. Miras-miras yang ada justru disuplai oleh oknum kepolisian.

“Polisi jua yang meantari minumannya pak ai, (Polisi juga yang menyuplai minumannya pak – red)” ucap Vera, seorang perempuan di hadapan Wali Kota Banjarbaru HM Aditya Mufti Ariffin dan Kepala Kepolisian Resort (Kapores) Kota Banjarbaru, AKBP Nur Khamid.

Dikonfirmasi malam itu itu juga, Kapolres Banjarbaru AKBP Nur Khamid menjawab tegas akan menindaklanjuti temuan pada malam itu. Menurutnya peredaran miras menjadi perhatian serius pihaknya. “Kita akan usut asal usul miras yang kita dapatkan tadi,” ujarnya. (to/klik)