Gegara Amplop Coklat, Sekretaris DPRD Banjar Dipanggil Kejaksaan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pasca ramai pemberitaan tentang pembagian amplop berwarna coklat yang diduga berisikan uang saat skors kedua pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Banjar 6 April 2022 lalu, berujung pemanggilan Sekretaris DPRD Banjar, Aslam oleh Kejaksaan Negeri (Kejari), Senin (18/4/2022).

Dari pantauan klikkalimantan.com di lokasi, Aslam tiba di Kantor Kejari Kabupaten Banjar, Jalan Ahmad Yani Km 39 sekitar pukul 13.43 Wita dengan menenteng salah satu map berwarna biru, dan buku catatan kecil.

Setelah pukul 14.34 Wita, barulah Aslam keluar dari ruangan dan langsung dicecar sejumlah awak media untuk mempertanyakan terkait perihal kedatangan ke Kejari Kabupaten Banja, apakah berkaitan dengan masalah pembagian amplop berwarna coklat?

Sembari berjalan menuju mobil dinasnya yang terparkir di teras kantor Kejari Banjar dengan nomor polisi DA1639 BC, Aslam pun mengaku kedatangan hanya untuk menjelaskan tentang Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) selaku Sekwan atas pemanggilan Kejari Kabupaten Banjar.

“Hanya masalah Tusi Sekwan saja. Ya… Kita jelaskan, dan sekwan hanya memfasilitasi saja. Jadi, kita hanya ditanya masalah tugas saja, dan masih belum ada mengarah kesana,” ujarnya.

Diwaktu berbeda, Kepala Kejari Kabupaten Banjar, Muhammad Bardan, melalui Fajar Gigih Wibowo selaku Kepala Seksi (Kasi) Intelijen menjelaskan, terkait pemanggilan Sekwan DPRD tersebut pihaknya hanya ingin meminta klarifikasi saja.

“Kita meminta keterangan saja, karena beliau (Aslam) yang mempunyai kapasitas di DPRD. Ini salah satu bentuk aksi tanggap kami terhadap situasi yang terjadi saat ini, karena itu kita perlu melakukan klarifikasi,” beber Fajar Gigih.

Tak hanya itu, Kepala Kejari Kabupaten Banjar, Muhammad Bardan pun memastikan akan kembali melakukan pemanggilan terhadap beberapa orang selanjutnya untuk memberikan klarifikasi.

BACA JUGA :
Warga Cempaka Pertanyakan Nasib Embung

“Nanti kita lihat dulu siapa saja yang akan dipanggil. Terlebih, saya masih belum melihat hasil wawancara yang bersangkutan,” pungkasnya.(zai/klik)