Warga Pertanyakan Proyek Jembatan Pengganti Desa Handil Baru

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Warga Pertanyakan Proyek Pembangunan Jembatan Pengganti Desa Handil Baru

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Kondisi jembatan konstruksi kayu di Desa Handil Baru, Kecamatan Aluhaluh, Kabupaten Banjar, kini terancam ambruk. 

Karenanya, warga pertanyakan pelaksanaan proyek pembangunan jembatan pengganti senilai Rp3,8 Miliar yang tak rampung dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar sejak 2021 tersebut.

Bahkan, bagian ujung badan jembatan yang menjadi akses bagi warga sekitar untuk menyebarang ke wilayah perbatasan Kota Banjarmasin tersebut kini sudah hampier ambruk. Karenanya, bagian dasar jembatan tersebut terpaksa harus ditopang batang pohon pinang, sebagai tiang penyangga tambahan agar tidak benar-benar ambruk.

“Kondisi jembatan yang rusak dan terancam ambruk itu tidak bias lagi dilewati kendaraan roda dua. Sementara ini, warga desa terpaksa menambal sendiri bagian jembatan kayu yang berlobang, agar tidak ada orang yang tercebur dan terperosok,” ungkap Riduan, warga Desa Handil Baru, Sabtu (21/5/2022) lalu.

Riduan pun mempertanyakan kelanjutan proyek pembangunan jembatan pengganti yang dikerjakan Dinas terkait sejak 2021 itu.

“Itu yang dibangun hanya pondasi awal, dan kami tidak tahu mengapa ini terbengkalai, serta tidak dilanjutkan. Padahal warga awalnya sangat gembira melihat dimulainya pengerjaan proyek tersebut. Tapi sekarang jadi tanda tanya dan mengecewakan,” ujarnya.

Menanggapi perihal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPRP Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly, menjelaskan, bahwa pengerjaan jembatan tersebut sebenarnya dilakukan secara dua tahap.

“Proyek pembangunan jembatan pengganti di Desa Handil Baru memang skemanya dilakukan secara dua tahap. Untuk tahap pertama, yakni melakukan pembangunan bagian bawah jembatan. Mulai dari tiang pancang, dan lain sebagainya, dengan anggaran sebesar Rp3,8 Miliar di 2021,” ucapnya, Senin (23/5/2022).

Sedangkan untuk tahap dua, papar pejabat definitif Kepala Bappedalitbang Kabupaten Banjar ini, akan dilaksanakan di tahun 2022 ini, dengan anggaran sebesar Rp4 Miliar.

“Insya Allah tahun ini untuk pengerjaan tahap duanya, dan saat ini masih proses perencanaan teknis untuk pembangunan bagian atas jembatan yang dibangun dengan rangka baja pelengkung dengan bentang 40 M. Sedangkan di tahap awal pembangunan dua unit abutmen,” katanya.

Kendati demikian, Riza Dauly mengakui dalam pengerjaannya proyek jembatan itu sedikit terjadi keterlambatan karena berbagai faktor. Salah satunya karena terjadi perubahan Struktur Organisasi Tata Kerja (SOTK).

“Serta ada beberapa hal yang harus dilakukan pertimbangan, khususnya terkait aspek teknis struktur pembangunan jembatan di lapangan. Tapi, untuk pengerjaan tahap awal ini sebenarnya sudah selesai, jadi bukan terlambat,” ujarnya.

Karena itu, Riza Dauly berharap saat pelaksanaan pengerjaan pembangunan jembatan di tahap dua ini tidak ada kendala, dan segera terealisasi.

“Terlebih saat ini kondisi alam tidak menentu, seperti yang terjadi di Kecamatan Aluhaluh dan sekitarnya. Sebab, setiap pukul 17.00 Wita hingga pukul 02.00 dini hari sering terjadi kenaikan muka air dengan ketinggian bervariasi mulai dari 10cm hingga 40 cm, yang tentunya sangat mempengaruhi proses pengerjaan,” tuturnya.(zai/klik)

 

BACA JUGA :
Dipantau KPU dan Bawaslu RI, Partisipasi Pemilih Meningkat