Sandiaga Uno Dukung Santripreneur Camp Pertama

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Sambutan: Menparekraf RI, Sandiaga Salahuddin Uno saat memberikan sambutan.

Klikkalimantan.com, BanjarbaruKedatangan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno ke Kalimantan Selatan, benar-benar memberikan dampak luarbiasa. Bukan hanya pada pelaksaan program ekonomi kreatif saja. Lebih dari itu mantan kandidat Calon Presiden RI ini juga mendukung penuh pelaksanaan Santripreneur Camp pertama di banua, yang diselenggarakan oleh Santripreneur Indonesia.

Pembukaan Santripreneur Camp merupakan bagian kunjungan kerjanya di Kalimantan Selatan, sebelum bertolak ke Kongres Borneo Raya Festival.

“Para santri harus kreatif, inovatif, dan adaptif dalam menyongsong kemajuan zaman. Teknologi kian berkembang, santri jangan sampai ketinggalan. Justru santri harus menjadi agen perubahan,” pesannya dalam kata sambutan di acara yang digelar di Aula Mako Brimob, Banjarbaru, Jumat sore (3/6).

Ditemui usai membuka acara, Sandiaga Uno menyampaikan terima kasih pada jajaran Pemprov Kalsel, Santripreneur Indonesia, dan seluruh pihak terkait atas kesuksesan penyelenggaraan acara ini.

“Harapannya, santri-santri ini akan menjadi pelaku ekonomi kreatif, pelaku pariwisata berbasis teknologi digital,” ucapnya.

Senada dengan itu  Gubernur Kalimantan Selatan H. Sahbirin Noor menyambut baik pelaksanaan Santripreneur Camp pertama di banua, yang diselenggarakan oleh Santripreneur Indonesia.

Hal itu disampaikan Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel dalam sambutannya melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Sulkan, saat acara pembukaan Santripreneur Camp

Santripreneur Camp merupakan rangkaian pelatihan keterampilan dasar untuk para santri, seperti leadership dan entrepreneurship.

Tujuan utamanya ialah mencetak wirausahawan dari kalangan santriwan-santriwati guna meningkatkan ekonomi nasional. Di Kalimantan Selatan, kegiatan ini baru pertama kali dilaksanakan dan diikuti sebanyak 600 peserta.

Paman Birin pun berharap, kegiatan tersebut mampu mengasah potensi yang dimiliki para santri di banua serta memberi manfaat ke depannya.

BACA JUGA :
Kerato Refrakto Tonometri, Alat Baru Deteksi Penyakit Mata di RSD Idaman Banjarbaru

“Sehingga ke depan, para santri di banua kita tidak hanya pandai mengkaji ilmu agama ataupun berdakwah, tetapi juga pandai berbisnis atau menjadi pengusaha,” pesan Paman Birin.

Paman Birin mengungkapkan, pentingnya mencetak para entrepreneur khususnya dari para pemuda, termasuk kalangan santri. Hal ini, ujarnya, merupakan salah satu upaya mendorong pemulihan sektor ekonomi yang sempat terpukul akibat pandemi.

Sosok santri sendiri, menurut Paman, sudah memiliki keunggulan selangkah dari yang lainnya. Pasalnya, mereka sejak awal memiliki modal utama untuk menjadi seorang pengusaha.

“Modal itu adalah akhlakul karimah dan ilmu agama. Teladan kita yang mulia, yaitu Rasulullah SAW, telah mencontohkan bagaimana menjadi seorang pebisnis yang sukses dan disegani. Modal beliau adalah kejujuran, kemuliaan, dan amanah,” tuturnya.(kus/klik)