Senin, April 20, 2026
BerandaBanjarbaru27 Tahun Hari Jadi Kota, Banjarbaru dalam Deretan Angka di Atas Rata-rata

27 Tahun Hari Jadi Kota, Banjarbaru dalam Deretan Angka di Atas Rata-rata

Peringatan hari jadi kota di tahun pertama kepemimpinan Lisa – Wartono. Ada yang naik, ada juga yang turun

Oleh: Rudiyanto

20 April 2026, Kota Banjarbaru berusia 27 tahun. Ini menjadi perayaan peringatan hari jadi pertama Kota Banjarbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota/Wakil Wali Kota, Hj Erna Lisa Halaby – Wartono. Keduanya dilantik pada 21 Juni 2024 dan mengusung visi ‘Banjarbaru EMAS (Elok Maju Adil Sejahtera).

Peringatan hari jadi tahun pertama pertama kepemimpinan ELH -sebutan Erna Lisa Halaby sejak masa pencalonan pada Pilkada Serentak 2024- denyut pembangunan di kota pengusung slogan Indah Damai dan Nyaman (Idaman) kian terasa. Sejumlah program kerja yang dibuat mengacu pada janji politik Lisa – Wartono mulai dilaksanakan, dan menuai hasil.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan di satu daerah, Kota Banjarbaru tak tergoyahkan di urutan pertama se-Kalimantan Selatan. Data pada Badan Perencanaan Pembangunan Riset dan Inovasi Daerah (Bapperinda) Kota Banjarbaru, nilai IPM Kota Banjarbaru sebesar 82,20. Nilai IPM ini di atas IPM Provinsi Kalimantan Selatan, sebesar 76,10 dan di atas IPM Nasional sebesar 75,90. Ini menjadikan IPM Kota Banjarbaru juga menjadi tang tertinggi se-Indonesia.

Dalam pembangunan satu daerah, IPM terbentuk dari empat komponen. Yakni Angka Rata-rata Lama Sekolah, Angka Harapan Lama Sekolah, Pengeluaran per Kapita, dan Angka Harapan Hidup. Di Kota Banjarbaru, Angka Rata-rata Lama Sekolah 11,07 tahun dan Angka Harapan Lama Sekolah 14,87 tahun dengan pengeluaran per kapita masyarakatnya sebesar Rp15.361 juta. Sedangkan Angka Harapan Hidup 75,44 tahun.

TERTINGGI – Data IPM Kota Banjarbaru pada 2025 menjadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan

Yang juga di atas angka rata-rata provinsi dan nasional adalah Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE). Pada 2025, LPE Kota Banjarbaru sebesar 6,49. Angka ini lebih tinggi dibanding LPE Provinsi Kalsel sebesar 5,22 dan LPE Nasional sebesar 5,11.

Sektor transportasi dan pergudangan menjadi penyumbang tersebesar Produk Domestik Bruto (PDRB) Kota Banjarbaru, 29,72 persen. Bidang konstruksi menjadi penyumbang PDRB terbesar kedua sebesar 13,36 persen, dan sektor perdagangan di urutan ketiga sebesar 10,77 persen.

Angka yang juga naik pada 2025 adalah Indeks Reformasi Birokrasi sebesar 83,36 persen. Tahun sebelumnya, Indeks Reformasi Birokrasi Kota Banjarbaru sebesar 80,58 persen. Kenaikan itu membuat Kota Banjarbaru mengantongi nilai A pencapaian reformasi birokrasi.

Yang juga terderek naik pada 2025 adalah nilai Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), sebesar 69,91. Tahun sebelumnya, nilai SAKIP Kota Banjarbaru sebesar 66,83.

Sejumlah sektor mengalami kenaikan, tapi tidak demikian dengan angka kemiskinan. Di Kota Banjarbaru, angka kemiskinan pada 2025 justru turun dibanding tahun sebelumnya. Data diolah dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru, angka kemiskinan di Kota Banjarbaru sebesar 4,75 persen dari total jumlah penduduk. Tahun sebelumnya, angka kemiskinan sebesar 4,93.

Sama halnya angka kemiskinan, Tingkat Pengagguran Terbuka (TPT) di Kota Banjarbaru juga turun pada 2025, yakni 4,75 persen. Tahun sebelumnya, TPT Kota Banjarbaru sebesar 4,93 persen. (klikkalimantan.com)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments