Pengelolaan Parkir Makam Datu Kelampayan Dikeluhkan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
MEMBLUDAK: Para penjiarah yang berkunjung ke makam Datu Kelampayan lauar biasa padat Foto: zai/klik

Penjiarah Makam Datu Kalampayan Membludak

klikkalimantan.com– Sudah menjadi tradisi jika setiap usai lebaran Idul Fitri, makam-makam alim ulama dipenuhi para penjiarah. Utamanya makam Syekh Maulan Arsyad Al-Banjari di Desa Kelampayan, Kecamatan Astambul dan Tuan Syekh Sekumpul Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

 

Dari pantauan KlikKalimantan.com sejak Senin (18/6 ) di kedua kawasan makam tersebut dijejali para penziarah. Mereka bukan hanya datang dari wisatawan lokal saja tetapi juga dari daerah-daerah luar Kalimantan Selatan.

“Iya nih setiap tahun saya selalu berjiaran ke sini. Sekalian ingin menghadiri Haul Syekh Maulan Arsyad Al-Banjari di Desa Kelampayan,” ujar Sayid Ahmad Al Khairid (69), yang mengaku datang dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Hanya saja sayangnya, sebagian besar penziarah mengaku sedikit terganggu dengan kondisi parkira yang tidak tertata dengan baik.

“Saya merasa kecewa dengan area parkir tampak semraut tidak tertata, harusnya petugas parkir memang orang yang berkompeten yang tahu tata tertib lalu lintas. Sehingga tidak menyebabkan kemacetan. Ditambah tidak ada petugas dari instansi terkait yang membantu mengatur jalur arus lalu lintas di sini,” ujar Sayid Ahmad.
lebih jauh disarankannya, semestinya petugas parkir merupakan orang yang benar-benar berkompeten, jadi benar-benar dia tahu arus lalu lintas.

Di sisi lain, terkait tata kelola area parkir yang semraut dan dikeluhkan para penjiarah, Pembakal Kelampayan Tengah RT 01, Rusdian tidak menampik hal tersebut. Kerana selama ini yang mengurus semua tata kelola area parkir hanya dari masyarakat, tidak ada campur tangan dari instansi terkait.

“Yang mengelola semua area parkir disini bukan dari desa, akan tetapi pribadi. Seandainya desa yang benar-benar mengelola mungkin saat situasi seperti ini, mereka bisa diarahkan atau personilnya ditambah sehingga tidak menimbulkan kemacetan,” terangnya.

BACA JUGA :
Reses Jadi Media Sosialisasi Prokes Covid-19

Ditambahnya, hasil Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun tidak jelas masuk kemana. Padahal setiap penjiarah yang masuk ke area pemakaman kubah Datu Kelampayan selalu dipungut biaya.
sementara itu, jumlah penjiarah yang berkunjung ke makam Maulan Syekh Arsyad Al-Banjari ke-212 membludak. Nampak para penjiarah berjejalan di dalam kubah makam Maula Syekh Arsyad Al-Banjari atau yang lebih dikenal dengan sebutan Datu Kelampayan, tepatnya di Desa Kelampayan Tengah RT 01, Kecamatan Astambul Kabupaten Banjar.

Menurut Petugas Parkir roda dua Wahyudi (24), meningkatnya para penjiarah yang berkujung ke kubah makam Datuk Kelampayan terhitung sejak hari Sabtu, (16/06/2018). Tentunya hal tersebut juga membawa berkah bagi para pedagang dan petugas parkir yang berada di lokasi yang kebanjiran pembeli.

“Mulai hari Sabtu sudah banyak pengunjung, dari jam 10 pagi sampai sore hari terus bertambah, tapi biasanya penjiarah meningkat itu mulai hari lebaran Idul Fitri, tapi karena hari jum’at kita lebaran, jadi Sabtu yang terlihat meningkat para penjiarah berdatangan,” ujarnya.

Saat ditanya berapa motor per hari yang masuk ke area parkinya dan berapa keuntungan yang ia dapat, Wahyudi tidak bisa menyebutkan, karena hasilnya mereka bagi dan tak menentu pendapatanya dalam per hari.

Sekadar diketahui, peringatan Haul Akbar Syekh Maulan Arsyad Al-Banjari ke-212 akan digelar pada Rabu, (20/06/2018) jam 8 pagi di Desa Dalam Pagar Ulu, tepatnya di Masjid Jami Tuhfaturroghibin hingga selesai.(zai)

Berita Terbaru

Scroll to Top