‘Paman Latif’ Tangani Kawasan Kumuh di Kabupaten Balangan

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
KUMUH-Kawasan kumuh di pinggiran rel kereta api Tanah Abang di Jakarta.(net/klik)

klikkalimantan.com, PARINGIN-Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kabupaten Balangan melakukan penanganan kawasan kumuh dengan inovasi yang dinamakan Penanganan Permukiman Kumuh Secara Kolaboratif atau Paman Latif.

Paman Latif, menurut inovatornya Muhammad Apipudin, inovasi ini telah dibentuk semenjak 2022 lalu. Tujuannya adalah untuk mensinergikan antar instansi dalam penanganan permukiman kumuh di Kabupaten Balangan.

“Suatu kawasan dikatakan kumuh apabila memenuhi tujuh aspek, meliputi ketidakteraturan bangunan, jalan lingkungan, drainase lingkungan, persampahan, pengelolaan air limbah, air bersih dan proteksi kebakaran,” ujar Apipudin di Paringin, Senin (26/2).

Namun, kata Apipudin, dari tujuh aspek tersebut, hanya dua aspek saja, seperti jalan lingkungan dan drainase lingkungan saja yang menjadi kewenangan Bidang Perkim Dinas PUPR Perkim Kabupaten Balangan.

“Sedangkan lima aspek indikator lainnya, merupakan wewenang Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Perkim, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan,” tutur Apipudin.

Untuk kondisi tersebut, tambah Apipudin, sangat membingungkan Bidang Perkim Dinas PUPR Perkim Balangan, sehingga akhirnya tercetuslah inovasi ‘Paman Latif’ sebagai terobosan pananganan permukiman kumuh di masyarakat.

Oleh karena itu, lanjut Apipudin, melalui inovasi ‘Paman Latif’ ini, dapat dilakukan sinergi dengan instansi terkait dalam penanganan masalah permukiman kumuh. Usai inovasi terbentuk, selanjutnya dilakukanlah sosialisasi ke instansi-instansi terkait sebagai langkah tindaklanjut penanganan masalah kawasan kumuh di Balangan.

“Sebenarnya sosialisasi telah dilakukan sejak November 2023 lalu, dan hasilnya, instansi terkait menyatakan siap berkolaborasi melalui ‘Paman Latif’ untuk bersama-sama menangani permukiman kumuh di Balangan. Inovasi ini juga diharapkan dapat berjalan sesuai yang direncanakan, sehingga kawasan kumuh dapat tertangani dengan baik di daerah ini,” ucap Apipudin.(pr/klik)

BACA JUGA :
Dewan Rapat, Dua Anggota Asyik Merokok

Berita Terbaru

Scroll to Top