Masa ‘New Normal’: Angka Kematian Covid-19 Memprihatinkan

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Kendati saat ini Kabupaten Banjar berada di masa transisi ‘New Normal’ atau kenormalan baru, namun angka kematian akibat terpapar Corona Virus Disease (Covid-19) justru masih sangat memprihatinkan.

Kenyataan tersebut dipaparkan Mokhammad Hilman, Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan dan Penanggulangan (GTPP) Covid-19 Kabupaten Banjar, dalam video konferensi pers di Command Center Barokah Martapura, Senin (29/6/2020). Dalam acara tersebut, Hilman didampingi HM Aidil Basith, Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Banjar.

“Situasi saat ini, angka terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Banjar sebanyak 332 orang, dengan angka sembuh 70 orang, dan 18 orang meninggal. Secara persentase, angka kematian dibandingkan dengan angka kasus mencapai 6 persen. Padahal, secara rata-rata dunia, angka kematian idealnya berkisar 3 persen,” kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang (PUPR) Kabupaten Banjar ini.

Atas dasar tersebutlah, Hilman mengajak seluruh lapisan masyarakat di Kabupaten Banjar agar tetap memperhatikan imbauan pemerintah baik terkait jaga jarak, mengenakan masker, dan menjaga kebersihan, serta mencuci tangan.

“Hingga saat ini Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Banjar sebanyak 61 orang karena ada gejala-gejala. Namun, akan kita upayakan agar tidak masuk dalam kategori Pasien Dalam Perawatan (PDP),”  ujarnya.

Sementara itu, HM Aidil Basith menambahkan, pihaknya akan tetap gencar melaksanakan kegiatan sosialisasi baik di kawasan pasar dan sejumlah lokasi kegiatan kerumunan massa.

“Kami tetap memberikan pemahaman kepada warga dengan melibatkan Kasatbimmas Polres Banjar, dan kawan-kawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), untuk memberikan informasi yang benar dan edukasi tentang Covid-19, sekaligus menyerahkan buku saku versi berbahasa Banjar kepada petugas dan ketua-ketua organisasi. Buku saku ini meliputi imbauan dari Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan World Health Organization (WHO),” pungkasnya.(zai/adv/klik)

BACA JUGA :  Lembaga Pemasyarakatan Wajib Berikan Pelatihan Keterampilan untuk Warga Binaan