klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Memasuki satu tahun masa kepemimpinan Walikota Banjarmasin, H Muhammad Yamin HR bersama Wakil Walikota, Hj Ananda, berbagai persoalan mendasar di Kota Seribu Sungai dinilai masih memerlukan penanganan yang lebih terencana dan komprehensif.
Sejumlah isu yang hingga kini dinilai masih menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Kota Banjarmasin antara lain pengelolaan persampahan, peningkatan kualitas sarana kesehatan dan pendidikan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengendalian banjir melalui normalisasi sungai dan pembenahan sistem drainase.
Banjir yang kembali melanda sejumlah kawasan di Banjarmasin dalam beberapa waktu terakhir memang dipengaruhi faktor alam, seperti tingginya curah hujan dan air pasang. Namun demikian, kesiapan pemerintah daerah dalam mengantisipasi kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius.
Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Kota Banjarmasin, Hilyah Aulia, menilai bahwa perencanaan jangka panjang dan langkah mitigasi yang matang menjadi kunci untuk meminimalkan dampak banjir. Khususnya di wilayah yang selama ini berulang kali mengalami genangan.
“Normalisasi sungai, pemeliharaan drainase, serta pengelolaan lingkungan, harus dilakukan secara berkelanjutan dan terkoordinasi. Tanpa itu, persoalan banjir akan terus berulang,” ujarnya.
Hilyah menambahkan, persoalan klasik seperti banjir dan persampahan seharusnya dapat ditangani melalui program yang terencana dengan baik dan diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
“Dalam rentang satu tahun kepemimpinan, seharusnya sudah cukup waktu untuk menyusun, menyiapkan, dan menjalankan program yang lebih komprehensif. Masyarakat tentu berharap solusi nyata, bukan sekadar aktivitas yang terlihat di berbagai konten,” katanya.
Sebagai wakil rakyat, Hilyah mendorong Pemerintah Kota Banjarmasin untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan yang telah berjalan. Serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam merumuskan langkah penanganan yang lebih efektif.
“Harapan kita bersama, pemerintah kota dapat segera menghadirkan solusi konkret agar persoalan banjir dan persampahan tidak terus berulang. Sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman dan nyaman,” pungkasnya.(sin/klik)






































