Selasa, Agustus 11, 2026
BerandaKalselHari Kebaya Nasional Diisi Seminar, Ketua TP PKK: Momentum Menumbuhkan Kecintaan

Hari Kebaya Nasional Diisi Seminar, Ketua TP PKK: Momentum Menumbuhkan Kecintaan

klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Peringatan Hari Kebaya Nasional ke-3 di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan diisi dengan kegiatan seminar, Selasa (21/7/2026) di Hotel Rodhita, Banjarmasin. Kegiatan dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Hj Fathul Jannah Muhidin.

Seminar yang diselenggarakan melalui kolaborasi TP PKK, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), serta Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Kalsel tersebut dihadiri peserta dari berbagai organisasi perempuan se-Kalimantan Selatan.

Dalam sambutannya, Hj Fathul Jannah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan seminar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebaya Nasional yang diperingati setiap 24 Juli ini.

Menurutnya, Hari Kebaya Nasional bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa yang sarat akan nilai sejarah, karakter, dan jati diri perempuan Indonesia.

“Hari Kebaya Nasional menjadi momentum bagi kita untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kebaya sebagai salah satu identitas budaya bangsa. Kebaya bukan hanya busana, tetapi juga simbol keanggunan, kesopanan, ketangguhan, dan jati diri perempuan Indonesia yang harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada generasi mendatang,” ujar Hj Fathul Jannah.

Hj Fathul Jannah yang juga menjabat Ketua Dekranasda Kalsel ini menjelaskan, penetapan Hari Kebaya Nasional melalui Keputusan Presiden RI Nomor: 19/2023 menjadi bentuk penghargaan negara terhadap kebaya sebagai warisan budaya bangsa. Terlebih, pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO semakin memperkuat tanggung jawab seluruh elemen masyarakat untuk terus melestarikannya.

Bagi masyarakat Kalimantan Selatan, lanjut Hj Fathul Jannah Muhidin, kebaya memiliki nilai yang semakin istimewa ketika dipadukan dengan kain sasirangan sebagai wastra khas Banua. Perpaduan keduanya tidak hanya menghadirkan keindahan dalam berbusana, tetapi juga menjadi representasi identitas daerah yang tetap berpijak pada budaya nasional.

“Di Kalimantan Selatan, kebaya dapat dipadukan dengan kain sasirangan sebagai ciri khas daerah. Perpaduan ini tidak hanya melestarikan budaya kita, tetapi juga memperkuat identitas Kalimantan Selatan di tengah dinamika perkembangan zaman,” kata Hj Fathul Jannah.

Melalui seminar ini, ia berharap para peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah, makna, ragam kebaya, serta berbagai upaya pelestariannya sehingga tetap relevan digunakan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang dikandungnya. (to/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments