Kabut Asap Dampak Karhutla, Ratusan Sekolah di Kabupaten Banjar Terapkan PJJ

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) di wilayah Kabupaten Banjar terus meluas. Berdasarkan data rekapitulasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar yang disampaikan saat rapat gabungan Komisi I dan IV DPRD, Senin (31/8/2026), karhutla telah terjadi sebanyak 281 kali dengan total luasan lahan yang terbakar mencapai 1.170 hektare.

Dampak beruntuntunnya, sejumlah wilayah di Kabupaten Banjar mulai diselimuti kabut asap yang memicu meningkat penederita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Tercatat pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, penderita ISPA kategori berat per Agustus 2026 mencapai 4.762 orang.

Di tengah kondisi itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar telah menerbitkan Surat Edaran (SE) perihal kegiatan belajar mengajar di wilayah yang terdampak kabut asap terhitung sejak 14 Agustus 2026.

“Satuan pendidikan diperkenankan untuk menerapkan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau memundurkan jam belajarnya. Tentunya dengan persetujuan Komite Sekolah dan melaporkannya kepada Dinas Pendidikan,” kata Liana Penny, Kepala Disdik Kabupaten Banjar.

Sejak diterbitkannya SE tersebut, lanjut Liana Penny, sebanyak 274 satuan pendidikan atau sekolah yang terdiri dari 176 Sekolah Dasar (SD), 33 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 65 Taman Kanak-Kanak (TK) mengajukan PJJ dan memundurkan jam belajarnya.

Dari jumlah tersebut, 150 satuan pendidikan telah menerapkan PJJ, sedangkan sisanya memundurkan jam belajar mengajar. “Artinya, satuan pendidikan sudah diberikan keleluasaan untuk menentukan sistem pembelajarannya di tengah bahaya kabut asap. Sedangkan sekolah yang memundurkan jam pembelajarannya berada di wilayah yang hanya sedikit terdampak karhutla atau kualitas udaranya masih sedang, seperti di wilayah Kecamatan Martapura,” ujarnya.

Disebutkan Liana Penny, satuan pendidikan yang menerapkan PJJ mayoritas berada di wilayah Kecamatan Gambut, Kertak Hanyar, Sungai Tabuk, dan Kecamatan Cintapuri Darussalam.

“Kami berharap satuan pendidikan lebih mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta didik serta Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dalam kegiatan belajar mengajar di tengah bencana kabut asap,” kata Liana Penny. (to/klik)

Terbaru

Related Articles

- Advertisement -
headline9.com
headline9.com