Empat Penyelam DPKP Banjar Gabung Tim SAR Cari Korban KM Virgo Transport 8

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pencarian korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 masih terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan cara penyelaman. Terakhir, tiga korban berhasil ditemukan dari dalam kapal yang karam pada 13 September 2026 tersebut.

Dalam proses pencarian korban yang terdata masih 126 orang, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar ambil bagian dengan mengirimkan empat personelnya. Keempat personel yang dikirim dan bergabung dengan Tim SAR di Pelabuhan Trisakti pada Sabtu (19/9/2026) malam memiliki komptensi dan sertifikasi water rescue dan penyelaman.

Kepala DPKP Kabupaten Banjar Agus Siswanto mengatakan, pengerahan personel dilakukan sesuai kompetensi yang dimiliki untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8.

“Penugasan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan tanggung jawab kemanusiaan DPKP Banjar dalam mendukung operasi SAR gabungan, khususnya pada kondisi yang membutuhkan kemampuan penyelamatan di lingkungan perairan,” kata Agus Siswanta.

Menurutnya, personel yang ditugaskan telah memiliki kemampuan khusus di bidang water rescue dan penyelaman. Dalam pelaksanaan tugas, mereka akan bekerja secara profesional dengan tetap mengikuti prosedur keselamatan serta arahan dan koordinasi unsur SAR yang memegang kendali operasi di lapangan.

Agus menegaskan, keselamatan korban menjadi prioritas dalam operasi pencarian. Namun, keselamatan personel penyelamat juga harus menjadi perhatian, mengingat kondisi perairan memiliki risiko yang tinggi.

“Keselamatan korban adalah prioritas utama, namun keselamatan rescuer juga tidak boleh diabaikan. Setiap tindakan harus dilakukan secara terukur, disiplin dan berdasarkan standar operasional penyelamatan,” tegasnya.

Ia menyebut, keterlibatan empat penyelam DPKP Banjar dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8 merupakan wujud pemanfaatan kompetensi personel untuk kepentingan kemanusiaan.

“Bagi kami, tugas penyelamatan bukan sekadar pekerjaan, tetapi merupakan panggilan kemanusiaan. Ketika masyarakat membutuhkan pertolongan, kompetensi yang dimiliki harus hadir dan memberikan manfaat,” kata Agus. (to/klik)

Terbaru

Related Articles

- Advertisement -
headline9.com
headline9.com
headline9.com
headline9.com