klikkalimantan.com, PARINGIN – Pemerintah Kabupaten Balangan mempercepat digitalisasi pengelolaan keuangan daerah melalui penerapan Integrated Employee Expenditure Information System (INEXIS). Sistem tersebut mengintegrasikan pengelolaan data belanja pegawai untuk meningkatkan akurasi, efisiensi, dan keamanan pembayaran.
INEXIS telah diterapkan secara penuh sejak 6 Januari 2025 dan kini digunakan seluruh 32 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kabupaten Balangan. Sebanyak 3.786 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah tercatat dan dikelola melalui sistem tersebut.
Kepala Bidang Perbendaharaan Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kabupaten Balangan, Mustakim, Rabu (19/8/2026), mengatakan INEXIS dikembangkan untuk menyederhanakan pengelolaan data sekaligus meningkatkan akurasi belanja pegawai.
“Tujuannya untuk mengurangi kesalahan manusia dan memastikan ketepatan besaran uang yang dibayarkan kepada pegawai setiap bulan,” katanya.
Menurutnya, INEXIS juga dirancang untuk mencegah kecurangan (fraud) dan penyalahgunaan data operasional. Penerapan sistem tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Bupati Balangan Nomor 109 Tahun 2022 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah, sekaligus mendukung digitalisasi transaksi keuangan non-tunai dan penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan tata kelola pemerintahan dan administrasi pengelolaan keuangan yang lebih akuntabel di Pemerintah Kabupaten Balangan,” ujarnya.
Mustakim menjelaskan, salah satu pembaruan utama INEXIS adalah integrasi data gaji dan tunjangan pada bidang keuangan dengan data kepegawaian yang dikelola perangkat daerah terkait. Sistem tersebut juga mengurangi pekerjaan manual dalam pengumpulan bukti dan input data sehingga menekan risiko kesalahan perhitungan hak keuangan pegawai.
Dari sisi transparansi, data belanja pegawai dan berbagai entitas keuangan dapat diakses secara terpusat dan konsisten. Sementara fitur analitik memungkinkan pemangku kebijakan memantau arus kas dan tren pembayaran secara real-time sesuai kebutuhan.
“Dalam aspek perencanaan, sistem memungkinkan analisis untuk mengidentifikasi pengeluaran yang tidak efisien, mencegah potensi kerugian, serta memperhitungkan kebutuhan anggaran belanja pegawai tahun berikutnya secara lebih presisi dan akurat,” jelasnya.
Saat ini, seluruh proses pengelolaan data kepegawaian, penggajian, hingga pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) pada 32 SKPD dilakukan melalui INEXIS. Data payroll juga dikirim secara otomatis ke KSP Bank Kalsel sehingga input data ke bank secara manual dapat dihilangkan.
Penerapan sistem tersebut turut menghasilkan rekapitulasi belanja pegawai yang lebih akurat, konsisten, dan dapat diperbarui secara real-time. Data itu selanjutnya digunakan untuk mendukung percepatan pembayaran, penyusunan laporan belanja, serta pengambilan keputusan dalam perencanaan anggaran daerah. (rul/klik)





























