klikkalimantan.com, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru, Hj Erna Lisa Halaby (ELH) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi tahun 2026 dilaksanakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI via daring, Senin (20/7/2026) di Ruang Tamu Utama Wali Kota di Balaikota. Mendampingi Wali Kota ELH saat rakor; Sekretaris Daerah (Sekda) Sirajoni, sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan perwakilan dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarbaru.
Disebutkan Wali Kota ELH pad rakor dipimpin Mendagri, Tito Karnavian tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Banajrbaru telah menyiapkan sejumlah langkah pengendalian inflasi, termasuk intervensi pasar menyusul meningkatnya harga sejumlah komoditas pangan, utamanya beras yang memang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.
“Beberapa kenaikan harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi global hingga meningkatnya harga gabah. Karena itu kita harus segera mengambil langkah konkret agar dampaknya terhadap masyarakat dapat ditekan,” kata Wali Kota ELH.
Utamanya ketersediaan dan kenaikan harga beras yang sebagain besar masih dipasok dari pulau Jawa, menurut ELH, dipengaruhi tingginya biaya distribusi imbas kenaikan dan keterbatasan pasokan BBM jenis solar.
Untuk mengantisipasinya, Wali Kota ELH menyebut akan diperbanyak kegiatan operasi pasar, menggelar Gerakan Pangan Murah di wilayah yang mengalami lonjakan harga, serta memperkuat koordinasi dengan Perum Bulog guna menjaga ketersediaan pasokan pangan.
“Kita harus bergerak bersama. Saya minta perangkat daerah terkait segera menindaklanjuti hasil rapat ini melalui operasi pasar, Gerakan Pangan Murah, dan penguatan koordinasi dengan Bulog agar pasokan pangan tetap terjaga serta harga dapat lebih terkendali,” kata Wali Kota ELH. (to/klik)

















