klikkalimantan.com, TABALONG– Menjaga iklim investasi dan keberlangsungan dunia kerja tetap kondusif, Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) bersama Dewan Pimpinan Daerah Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Minyak, Gas Bumi dan Pertambangan (DPD FSP KEP) KSPI Kalsel sepakat memperkuat kemitraan strategis.
Langkah cooling system ini digelar guna mengantisipasi potensi gejolak sosial serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pada sektor pertambangan dan energi di wilayah Kalimantan Selatan.
Isu ketenagakerjaan di sektor tambang dinilai memiliki sensitivitas tinggi, seperti halnya dampak terhentinya operasional PT Bagas Bumi Persada (BBP) di Kabupaten Tabalong yang sempat memengaruhi ratusan pekerja. Oleh sebab itu, pendekatan persuasif dan dialogis menjadi kunci utama dalam memetakan serta mengurai setiap permasalahan hubungan industrial.
Kapolda Kalsel melalui Kanit I Subdit Ekonomi Ditintelkam Polda Kalsel, AKP Tatang Suryawan, mengutarakan bahwa sinergi antara kepolisian dan elemen serikat pekerja sangat vital untuk menciptakan iklim kerja yang harmonis dan berkeadilan.
“Sektor pertambangan merupakan salah satu pilar ekonomi daerah. Kami berkomitmen untuk terus membuka ruang komunikasi yang profesional agar setiap persoalan buruh diselesaikan secara bijak. Mekanisme dialog, mediasi, maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP) harus diutamakan agar hak pekerja terpenuhi tanpa mengorbankan stabilitas kamtibmas,” ujar AKP Tatang Suryawan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD FSP KEP KSPI Kalsel, Sdr. Syahrul, menyambut hangat langkah proaktif Polri dalam merangkul organisasi buruh. Pihaknya menegaskan komitmen untuk selalu mengedepankan cara-cara damai dan elegan dalam memperjuangkan hak para pekerja.
“Kami memberikan apresiasi atas pendekatan humanis Ditintelkam Polda Kalsel. FSP KEP siap mengawal aspirasi anggota melalui forum resmi, diplomasi yang konstruktif, serta menjaga kondusifitas wilayah agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang merugikan semua pihak,” jelas Syahrul.
Dengan komunikasi dan koordinasi yang terus terjalin erat, Polda Kalsel dan DPD FSP KEP optimistis setiap potensi perselisihan ketenagakerjaan di Kalimantan Selatan dapat terurai secara damai, berkeadilan, dan bermartabat.(rls/sin/klik)





























