klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pengerjaan proyek rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura senilai Rp8 Miliar tak rampung tepat waktu. Kontraktor pelaksana, yakni CV Gajah Mada sebut faktor cuaca.
Pernyataan tersebut diungkapkan Tommy Hermawan selaku Pengawas Lapangan dari CV Gajah Mada saat ditemui dua awak media pada Senin (19/1/2026) sore.
“Karena lokasi pengerjaan di lahan terbuka, sehingga saat hujan tidak memungkinkan dilakukan pengerjaan seperti pengerjaan pengecoran,” ujar Tommy.
Ditanya apakah masa pelaksanaan selama 120 hari kalender juga menjadi salah satu pemicu keterlambatan proyek rehabilitasi RTH CBS Martapura di atas lahan seluas 1,2 hektare, sehingga tak mampu dirampungkan sesuai tanggal berkontrak, yakni pada 26 Desember 2025?
Tommy pun mengiyakannya, namun kondisi cuaca kerap menjadi kendala utama keterlambatan dalam pengerjaannya. “Memang waktunya mepet, tapi sebenarnya lebih ke faktor cuaca. Sebab untuk item fisik, seperti alat bermain anak sudah ada di lokasi pengerjaan,” akunya.
Sementara itu, di tengah peninjauan proyek, Khaezar Kusuma selaku Kepala Seksi (Kasi) Konservasi Sumber Daya Alam dan Pemeliharaan Lingkungan (KSDAPLH) pada Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Banjar memastikan penyedia akan merampungkan pengerjaan sesuai pemberian kesempatan dengan addendum waktu dan denda dengan maksimal pelaksanaan selama 50 hari.
“Intinya masih dikenakan denda berjalan sesuai perpanjangan waktu yang diberikan, yakni maksimal pelaksanaan selama 50 hari. Sanksi denda yang harus dibayar penyedianya atas keterlambatan pengerjaan, yakni per hari dihitung 1 permil (1/1000) dari nilai kontrak per hari keterlambatan,” katanya.
Perlu diketahui, untuk nilai kontrak pelaksanaan proyek rehabilitasi RTH CBS Martapura yang tertera pada papan proyek yakni Rp8.099.100.000, sehingga denda yang dikenakan per hari sekitar Rp8 Juta.
Sedangkan mengenai informasi terkait progres pengerjaan proyek rehabilitasi RTH CBS Martapura dari target rencana masih belum didapatkan pewarta, sebab Kontraktor pelaksana landscape sedang tidak ditempat.(zai/klik)






































