Dua Rumah di Desa Lok Tunggul Ambruk

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
AMBRUK - Dua unit rumah warga di RT 02, Desa Lok Tunggul Kabupaten Banjar, ambruk diterjang derasnya arus air banjir./klik

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pada 16 Januari 2020 lalu, sekitar pukul 14.00 Wita, bencana banjir yang melanda di Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar,  tepatnya di RT 02, Desa Lok Tunggul, menyebabkan 2 unit rumah warga ambruk diterjang derasnya arus air.

Akibatnya, dua Kepala Keluarga (KK), yakni keluarga Jamaluddin dan Nur Halifah terpaksa diungsikan sementara di mushalla tak jauh dari pemukiman warga.

Berdasarkan keterangan Jafar, Kepala Desa Lok Tunggul, Kecamatan Pengaron, sebelum ambruknya dua unit rumah tersebut, warga sekitar sempat melakukan upaya agar rumah yang ditinggali janda tua seorang diri, yakni Nur Halifah, tidak ambruk dan menimpa rumah warga yang berada tepat di sampingnya.

“Karena derasnya arus air yang menerjang, membuat bangunan salah satu rumah warga miring. Warga sempat melakukan upaya pencegahan dengan mengikatkan bangunan rumah. Namun, karena derasnya arus air yang menerjang, peristiwa ambruknya rumah warga di RT 02 pun tak dapat dihindarkan, hingga membuat rumah yang tepat berada di sampingnya ikut luluh lantah karena tertimpa material bangunan rumah yang sudah ambruk duluan,” ujar Jafar ketika dikonfirmasi klikkalimantan.com melalui via, Rabu (20/1/2021).

Beruntung, saat insiden ambruknya dua unit rumah tersebut, warga yang berada di dalam bangunan rumah sudah dilakukan evakuasi terlebih dulu. Sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Saat kejadian, nenek Nur Halifah sudah diungsikan ke mushala. Begitu juga penghuni rumah Jamaluddin yang ikut ambruk, ke 4 orang anaknya juga sudah diungsikan. Saat kejadian bapak 4 orang anak ini sedang bekerja sebagai buruh serabutan di salah satu perusahaan,” bebernya.

Peristiwa ambruknya dua unit rumah tersebut, ungkap Jafar, sudah diketahui aparat Kecamatan Pengaron, dan mulai dilakukan pendataan.

BACA JUGA :
Spanduk Anti Politik Uang Ditertibkan, P3HI Sambangi Bawaslu

“Mudah-mudahan dua unit rumah warga kami yang ambruk mendapat perhatian dari pemerintah dan instansi terkait lainnya. Karena mereka termasuk warga kami yang kurang mampu. Seperti janda tua Nur Halifah yang tinggal seorang diri,” harapnya.

Berdasarkan kiriman video yang beredar di WhatsApp, dengan mata berkaca-kaca, Nur Halifah hanya dapat berpasrah diri atas musibah yang menimpanya.

“Yang namanya musibah, mau apa lagi, terlebih saya sudah tua, suami sudah meninggal dunia. Saya pun tidak dapat berbuat apa-apa,” tutur Nur Halifah dalam rekaman sebuah video amatir.

Hingga berita ini diturunkan, klikkalimantan.com masih melakukan konfirmasi kepada instansi terkait atas peristiwa tersebut.(Zai/klik)