Dinilai Lamban, BPBD Banjar Didemo Puluhan Relawan

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Kamis (21/1/201) sekitar pukul 13.00 Wita, puluhan Relawan Bencana Banjir melakukan aksi demo di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar, di Jalan Sekumpul Ujung, Desa Bincau, Kecamatan Martapura.

Dalam aksi tersebut, para relawan menuntut BPBD Kabupaten Banjar agar hadir di pusat bencana, dan memperhatikan setiap dapur umum yang dibentuk sejumlah relawan dan masyarakat secara swadaya.

BPBD selaku perwakilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dalam menanggulangi bencana, juga diminta lebih lentur dalam hal administrasi permintaan barang bantuan.

Para relawan dari Kecamatan Martapura Timur yang sudah lebih dari 10 hari berjibaku menyalurkan bantuan dan membuka layanan dapur umum untuk pengungsi, sebelumnya menyambangi Kantor DPRD Kabupaten Banjar, untuk menyampaikan sejumlah keluhan kepada M Rofiqi selaku Ketua DPRD Kabupaten Banjar.

Para relawan ini menyatakan, sudah 10 hari lebih dalam membantu korban kebanjiran, pihaknya kesulitan dalam mengakses sejumlah bantuan dari BPBD Kabupaten Banjar karena ribetnya birokrasi.

“Padahal dibutuhkan bahan pangan untuk pasca banjir,” tegas Sekretaris Buser 690 Martapura, Syarif, di kantor BPBD Banjar, kepada sejumlah awak media.

Karena perihal tersebut, relawan dapur umum pun untuk keperluan memasak hanya mengandalkan swadaya dan uluran tangan dari dermawan yang dibagi secara merata kepada korban banjir di sekitar Kecamatan Martapura Timur.

Dalam aksi demo yang aman dan tertib di Kantor BPBD Banjar ini, massa relawan hanya mendapati Azhar Alamsyah, Sekretaris BPBD Kabupaten Banjar. Sedangkan Ketua BPBD Kabupaten Banjar, HM Irwan Kumar, tengah mendampingi kunjungan menteri ke wilayah Kecamatan Sungai Tabuk. Sehingga puluhan relawan kecewa, karena tidak mendapatkan kepastian, kapan bantuan akan disalurkan melalui relawan.

Di tempat yang sama, Aliansyah, selaku Juru Bicara Aliansi Masyarakat, mendesak Bupati Kabupaten Banjar, Khalilurrahman, agar menonaktifkan Kepala BPBD Kabupaten Banjar yang dinilai kinerjanya tidak becus. Menurut mereka, sejak pertama banjir melanda Kabupaten Banjar hingga saat ini, Irwan Kumar lebih mementingkan kegiatan seremonial.

“Saya tuntut Guru Khalil memerintahkan Kepala BPBD bekerja lebih giat. Jaga emosi, kedepankan pelayanan, dan lebih fleksibel mengelola dan mendistribusikan bantuan. Kalau tidak bisa kerja, lebih baik diberhentikan,” tegasnya.

Ketua DPRD Banjar M Rofiqi dan para relawan ini kemudian meninjau gudang penyimpanan BPBD Banjar. Di situ mereka menyaksikan sejumlah peralatan pendukung untuk dapur umum, ratusan tandon untuk air bersih, 5 unit perahu yang dikelilingi sarang laba-laba, perahu karet, speed boat yang tersandar di garasi, serta barang sembako yang masih tersimpan rapi. Padahal, saat ini, semua barang tersebut sangat dibutuhkan korban terdampak bencana banjir.

Rofiqi pun menegaskan, sejak awal sudah meneriakkan permasalahan tersebut kepada BPBD. Ia juga sudah menemui Bupati Kabupaten Banjar, dan menyatakan bahwa bencana banjir bakal membesar.
Namun, paparnya, Pemkab Banjar tidak punya sikap dan sangat terlambat menetapkan status darurat.

“Jika di kecamatan lain baru seminggu, di Martapura Timur lebih sebulan air menggenangi rumah warga, baru berstatus darurat banjir,” ungkap Rofiqi.

Untuk itu, Rofiqi menegaskan, dirinya akan menggunakan haknya. Pekan depan akan memanggil BPBD Kabupaten Banjar dan menginterpelasi, kenapa bantuan sampai saat ini tidak merata, bahkan terkesan sulit untuk disalurkan, dan lebih menonjolkan aturan dalam bidang sosial.

“Selama ini logistik untuk bantuan dikirim ke Martapura Timur, namun tidak diketahui siapa yang menerima? Kalau di Martapura Timur ada dapur umum, kenapa warga masih mencari nasi bungkus ke relawan swasta di Desa Mekar,” cetusnya.

Usai kedatangan puluhan relawan dan Ketua DPRD Kabupaten Banjar, Sekretaris BPBD Kabupaten Banjar, Azhar Alamsyah, telah mencatat semua permintaan relawan dan menindaklanjuti kepada Kepala BPBD Banjar HM Irwan Kumar. Ia juga akan menyampaikan aspirasi yang disampaikan relawan dapur umum. Ia meminta relawan bersabar, sambil mencari keputusan bersama.(Zai/klik)

 

Advnativ