Lapas Perempuan Martapura Berikan 8 Paket Pelatihan

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Program Resolusi Pemasyarakatan yang diluncurkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) RI sejak 2020 lalu, kini terus diimplementasikan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Martapura dalam bentuk 8 jenis pelatihan bersertifikasi.

“Tahun ini (2021, red) ada 8 jenis paket pelatihan yang akan kita laksanakan. Setiap paketnya diikuti 20 warga binaan,” kata Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura, Salis Farida Fitriani, Rabu (7/4/2021) kemarin.

Pelatihan keterampilan tersebut, papar Salis Farida, adalah mengenai Sasirangan, Arguci, Kebun dan Kebersihan, Menjahit, Salon, Hidroponik, Dapur Warna, dan pengolahan Amplang.

“Dari 8 jenis paket tersebut, 4 paket sudah terealisasi di awal 2021 ini. Sisanya mungkin setelah lebaran nanti,” ujarnya.

Salis Farida didampingi Ida Nursanti selaku Kasubsi Bingker dan Lohasilker Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura membeberkan, pada 2020 lalu Lapas Perempuan Martapura telah berhasil melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian. Yakni pelatihan keterampilan sebanyak 10 paket berupa budidaya ikan di Bioflok, Budikdamber, dan pengolahan produk makanan dari ikan.

“Sebenarnya tahun lalu ada 14 paket pelatihan yang akan dilaksanakan. Namun karena pandemi Covid-19, maka hanya dilaksanakan sebanyak 10 paket saja,” tuturnya.

Kendati pandemi Covid-19 di Kabupaten Banjar belum berakhir, Salis Farida mengakui kegiatan pelatihan keterampilan untuk warga binaan masih dilakukan. Namun, tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19.

“Seperti instruktur pelatihan dari instansi terkait yang datang ke Lapas diwajibkan melakukan Test Swab Antigen yang berkerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar, guna mencegah penyebaran wabah Covid-19 di dalam lapas,” ucapnya.

Salis Farida mengungkapkan, Fitriani menjelaskan, di awal pandemi Covid-19 mendera Kabupaten Banjar, sekitar 200 orang warga binaan terpapar gejala Covid-19. Jadi harus dilakukan isolasi, sampai semuanya sembuh.

“Alhamdulillah, sekarang Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura sudah tidak ada lagi yang terpapar Covid-19. Mudah-mudahan hingga seterusnya. Bahkan, petugas di Lapas sudah divaksinasi. Namun, dari 90 orang petugas tersebut, ada sebagian yang tak dapat divaksinasi karena beberapa faktor, seperti hamil, menyusui, dan lain sebagainya. Tapi vaksinasi untuk 460 orang warga binaan saat ini masih belum tersedia,” katanya.

Terkait produk olahan dari hasil pelatihan keterampilan warga binaan, Salis Farida mengakui belum bisa memproduksi dalam jumlah besar.

“Warga binaan yang kita karyakan di Lapas ini masih belajar mengolah. Hasilnya akan kita promosikan dan dijual seperti digelaran event-event yang dilaksanakan Lapas serta instansi terkait lainnya. Dari hasil penjualan produk olahan seperti produk amplang yang tinggal menunggu sertifikasi halalnya saja, warga binaan akan mendapatkan keuntungan sebesar 35%. Sehingga, jika mereka bebas nanti, selain memiliki keterampilan bersertifikasi, mereka juga memiliki modal untuk membuka usaha kecil-kecilan,” harapnya.

Disebutkan, program kegiatan pelatihan keterampilan bersertifikasi tersebut tentunya menyesuaikan kearifan lokal daerah, seperti membuat sasirangan dan lainnya sebagainya.

“Yang pasti, warga binaan Lapas Perempuan akan kita karyakan hingga mereka bebas nanti. Bahkan, hasil dari keterampilan seperti kain sasirangan, kerajinan Airguci kita pamerkan di showroom yang berada di teras Lapas Perempuan Kelas IIA Martapura,” tutupnya.(Zai/klik)

Advnativ