Malam Minggu di Jantung Kota Banjarbaru

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram
BERDESAKAN-Penikmat weekand di Banjarbaru seolah tak perduli prokes.(yan)

Covid Menggila, Lapangan Murjani Padat, Mess L Mulai Ramai Dikunjungi

Dalam sepekan ini lonjakan kasus Covid-19 di Kota Banjarbaru cukup signifikan. Himbauan pemerintah kota kepada masyarakat untuk menjaga disiplin protokol kesehatan tak henti dilaksanakan. Namun masyarakat sepertinya enggan mendengar. Toh kehidupan malam di jantung Kota Banjarbaru, Lapangan Murjani, Minggu Raya, Van Der Pijl dan titik-titik yang biasa menjadi tempat nongkrong di malam hari tetap ramai.

Safariyansyah, Banjarbaru

Sabtu, 12 Februari 2022, selepas waktu Magrib, kawasan Lapangan Murjani, Minggu Raya, Van Der Pijl, Mess L, dan puluhan kafe yang ada di Kecamatan Banjarbaru Utara, seolah berlomba berbagi kebahagiaan di malam Minggu.

Ironis, karena tidak sedikit para penikmat weekand tidak memperdulikan protokol kesehatan. Di Lapangan Murjani, Minggu Raya, Van Der Pijl, duduk berkelompok tanpa jarak tanpa masker terpasang, menjadi pemandangan biasa di kedai-kedai kuliner yang ada.

Pun demikian, tak sedikit juga yang terlihat menggunakan masker. Terutama mereka yang terdiri dari orang tua dan anak tengah berjalan kaki.

“Setiap malam Minggu, sudah menjadi rutinitas saya dan teman-teman ber-weekand di sini. Ngobrol santai hingga tengah malam, begitulah yang biasa kami lakukan,” ungkap Lana yang diamini 5 temannya di salah kedai kuliner di salah satu sudut trotoar Lapangan Murjani.

Sebagian besar pengunjung yang terlihat mengisi meja-meja kedai kuliner di trotoar Lapangan Murjani memang didominasi kalangan milenial. Sedangkan yang datang bersama keluarga lebih banyak menikmati weekan di tengah lapangan. Aneka mainan memang tersedia di sana. Mobil hias hingga mainan anak-anak disewakan para penggiat jasa yang terpusat di tengah lapangan .

Sebagaimana mereka yang nongkrong di kedai trotoar, di dalam Lapangan Murjani pun terbilang tidak begitu perduli dengan protokol kesehatan. Bisa jadi mereka beranggapan dengan hanya status PPKM Level 2 ditambah berkeyakinan sudah divaksin, mereka bisa nyaman dengan berbagai kelonggaran.

BACA JUGA :
Setijab Kepala Dinkes Banjarbaru, Wali Kota: Jangan Sampai yang Direncakan dan Telah Berjalan Terhenti

Bergeser ke kawasan Mess L yang baru saja diresmikan sebagai pusat kegiatan Dekranasda Banjarbaru, keramaian juga mulai terasa. Meski pun tidak dicukupi dengan penerangan yang memadai, utamanya di luar asset milik AU tersebut, deretan kendaraan roda dua dan kendaraan roda empat terlihat mulai memenuhi lokasi parkir. Bertanda jika stand-stand yang ada di sana mulai ramai dikunjungi masyarakat.

Tentu saja hal itu patut diapresiasi hanya saja sayangnya saat ini Covid-19 kembali mengganas. Dan sudah semestinya fasilitas plat merah itu lebih mengedepankan aturan yang berkaitan dengan keputusan Walikota Kota. Yakni memberlakukan PPKM Level 2 di Kota Banjarbaru.

Begitulah Lapangan Murjani, Minggu Raya, Van Der Pijl dan Mess L adanya. Puluhan bahkan ratusan juta rupiah setiap akhir pekan berputar di sana. Jasa parkir, jasa hiburan, kerajinan dan kuliner menjadi sumber andalan. Namun sayang, releatinya masyarakat Kota Banjarbaru yang terinfeksi Covid-19 kian meningkat.

Untuk diketahui, setidaknya 40.498 warga Indonesia terpapar virus Corona sepanjang Jumat (11/2). Tambahan ini menyebabkan korbannya sejak pandemi Maret dua tahun lalu, menjadi 4.708.043 orang. 312.808 di antaranya masih dirawat.

Sementara yang sembuh, sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, tercatat sebanyak 15.767 pasien. Sehingga totalnya jadi 4.250.277 orang. Sedang yang meninggal dunia, dilaporkan ada 100 pasien, hingga kumulasinya 144.958 kasus.

Sebelumnya, Kamis (10/2), tercatat total 4.667.554 kasus positif virus Corona COVID-19. Total sembuh sebanyak 4.234.510 kasus dan meninggal 144.858 kasus.

Kota Banjarmasin kampiun menyumbang kasus Covid-19 di Kalsel. Dari 443 kasus baru yang terkonfirmasi sepanjang Kamis (10/2), ibu kota provinsi ini berandil 261 kasus

Kabupaten/kota lainnya yang berandil, Kabupaten Banjar: 70, Banjarbaru: 34, Barito Kuala: 20, Tanah Laut: 13, Tapin, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Tabalong: masing-masing 9, Hulu Sungai Tengah (HST): 8, Tanah Bumbu: 5, Balangan 4, Hulu Sungai Selatan (HSS): 1 orang.  Sementara Kotabaru, nihil kasus baru.

BACA JUGA :
Penyandang Disabilitas dan Lansia di Banjarbaru Ikuti Vaksinasi Dosis Kedua

Dengan tambahan kasus baru itu pula, Covid-19 di Kalsel totalnya sejak pandemi Maret dua tahun lalu, menjadi 72.722 orang. 2.638 pasien di antaranya masih dirawat.***

Berita Terbaru

Scroll to Top