Terapkan Sistem Pembayaran Non Tunai, QRIS Hadir di Pertokoan CBS

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Imam Subarkah

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Sistem Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mulai diterapkan di kawasan Pasar Tradisional Martapura, Kabupaten Banjar.

QRIS dikembangkan industri sistem pembayaran bersama Bank Indonesia (BI), untuk menyatukan berbagai macam QR (Quick Response) dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code.

Bahkan, penerapan sistem pembayaran digitalisasi menggunakan QRIS, yang memuat seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara. Baik dari Bank atau non Bank, yang dapat digunakan masyarakat saat bertransaksi tersebut, telah dilaunching Bupati Kabupaten Banjar, H Saidi Mansyur, bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Imam Subarkah, dan dihadiri sejumlah pejabat dari instansi terkait. Tak terkecuali pihak pengelolaan pasar, yakni Perusahaan Umum Daerah Pasar Bauntung Batuah (Perumda PBB) Kabupaten Banjar di Pertokoan Cahaya Bumi Selamat (CBS) Martapura, Rabu (25/5/2022).

“Untuk merchant (individu atau kelompok yang berperan sebagai penjual barang dan/atau jasa memiliki physical store atau bentuk usaha toko fisik maupun toko online) di Kalsel yang terhubung dengan QRIS kini sudah mencapai 183.000, dengan total jumlah pengguna 136.000, terdiri dari 66.000 penggunaan baru,” ujar Imam Subarkah.

Dikatakan Imam Subarkah, mengingat di tahun ini target BI sudah tercapai, yakni lebih dari sekitar 15 Juta penggunaan baru QRIS di seluruh Indonesia, tak terkecuali di Kalsel, maka pihaknya optimis dapat meningkatkan penggunaan QRIS di Kalsel, khususnya di Kabupaten Banjar.

“Kita upayakan agar di Kalsel, tak terkecuali di Kabupaten Banjar, pengguna QRIS semakin meningkat, dan masyarakat pun semakin terbiasa menggunakan pembayaran uang non tunai yang memiliki banyak kelebihan. Diantaranya mudah, relatif lebih sehat karena tidak terhubung langsung, utamanya transaksinya lancar,” katanya.

Dengan mengusung tagline ‘Pasar SIAP (Sehat Inovatif Aman Pakai) QRIS’, Imam Subarkah pun akan kembali menyasar sejumlah pasar tradisional lainnya di Kalsel agar dapat menerapkan QRIS.

“Hari ini, perdana secara simbolis kita launching di Pertokoan CBS. Tapi, untuk pengguna QRIS di Kalsel sebenarnya sudah banyak juga. Karena QRIS ini kan sifatnya melengkapi dari cara pembayaran saja, dan bisa juga menggunakan transaksi pembayaran lainnya,” ucapnya.

Atas dasar tersebutlah, Imam Subarkah menargetkan penggunaan QRIS di Kalsel bisa mencapai sekitar 600.000 atau 700.000 penggunaan dengan selogan ‘CEMUAH’ (Cepat, Mudah, Aman, Murah, dan Handal).

“Terlebih saat ini pertumbuhan pengguna QRIS di Kalsel sudah mencapai 136.000 penggunaan,” pungkasnya.(Zai/klik)

 

BACA JUGA :
Tim Resmob Gabungan Terus Buru Kawanan Pencuri Sarang Walet