Kembangkan Tanaman Hortikultura, Dinas Pertanian Salurkan Bantuan ke Gapoktan

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Dondit Bekti

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Dinas Pertanian Kabupaten Banjar gelar Rapat Koordinasi (Rakoor) Pengembangan Kawasan Holtikultura di Kabupaten Banjar, bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari enam kecamatan, Jum’at (27/5/2022).

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banjar, Dondit Bekti, mengatakan, gelaran rapat bersama Gapoktan dari enam kecamatan, yakni Kecamatan Karang Intan, Aranio, Mataraman, Simpang Empat, Pengaron, dan Kecamatan Sungai Pinang, tersebut untuk mewujudkan panen raya tanaman hortikultura di Kabupaten Banjar.

“Jadi, kegiatan Rakoor atau sosialisasi hari ini membahas tentang beberapa komoditas seperti cabe, bawang, jahe, dan bunga melati, yang berada di enam kecamatan. Kita kumpulkan perwakilan semua Gapoktan, Manteri Tani, dan Penyuluh Pertanian hari ini,” ujarnya.

Dondit Bekti menyebutkan, Rakoor atau sosialisasi yang juga dihadiri Satuan Kerja (Satker) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) tersebut sangat penting dilakukan. Agar dalam pelaksanaanya nanti sesuai dengan apa yang ditargetkan. Terlebih, bantuan yang disalurkan seperti bibit, pupuk, dan lain sebagainya, berdasarkan proposal usulan Gapoktan yang telah diseleksi tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Karena itu perlu dilakukan Rakoor dari awal. Sebab, kalau berkaca dari pengalaman yang telah lalu, akibat kurangnya koordinasi sangat berpengaruh terhadap progres yang ingin kita capai. Makanya, Pemkab Banjar akan melaksanakan pendampingan, pengawalan, hingga melakukan koordinasi dengan baik. Agar panen raya tanaman hortikultura di Kabupaten Banjar dapat terwujud,” ucapnya.

Tak hanya itu, Dondit Bekti juga mewanti-wanti pihak kecamatan agar segera mengkoordinasikan apabila terjadi kendala dalam pelaksanaan nanti. Sebab, tanaman hortikultura telah menjadi komoditas andalan yang harus diwujudkan, selain tanaman pokok yang menjadi unggulan, yakni padi.

“Kalau terjadi kendala, baik di sektor pertaniannya, penyuluhan pertanian, hingga pengamat hama juga mendapati kendala, hubungi kami dengan segera. Tidak perlu bersurat-suratan, cukup via WhatsApp saja, kami akan langsung melakukan pemeriksaan. Karena kami ada beban moral, dan program ini kita niatkan untuk berhasil,” ujarnya.

BACA JUGA :
IMB Dihapuskan, LSM Desak Pemerintah Terbitkan Diskresi PBG

Muhammad Rizki Mubarak selaku Ketua Gapoktan Gawi Sabumi dari Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, mengungkapkan, budidaya tanaman hortikultura di Kabupaten Banjar sangat menjanjikan. Tak terkecuali di Desa Kiram.

“Kemarin saja, saya berhasil memanen sekitar 3 ton cabe besar dari 2.500 batang pohon cabe besar yang saya budidayakan atau senilai sekitar Rp45 Juta. Begitupun untuk cabe rawit yang baru saya budidayakan sebanyak 150 batang, saya memperoleh keuntungan sekitar Rp15 Juta. Apalagi kalau kita membuka di lahan baru, tentu lebih menguntungkan,” tuturnya.

Tahun ini, lanjut Muhammad Rizki, Gapoktan Gawi Sabumi mendapatkan bantuan pestisida dan bibit cabe rawit untuk dibudidayakan di lahan 3 hektare sesuai usulan Gapoktan.

“Kami pun sudah mengajukan untuk bantuan komoditas lainnya, seperti buah duren, pisang, dan lainnya, untuk tahun berikutnya. Mudah-mudahan juga disetujui,” harapnya.(zai/klik)