Permintaan Meningkat Ketahanan Pangan Tetap Stabil

Facebook
Twitter
WhatsApp
Telegram

KLIKKALIMANTAN.COM – Pastikan ketersedian barang kebutuhan pokok di wilayah Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Banjar aman, Dinas Ketahanan Pangan gelar “Pertemuan Koordinasi Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Menjelang Hari-Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN)” di lantai III Aula Kesbangpol Banjar, Kamis (16/5/2019).

Dengan menggandeng beberapa instansi terkait seperti, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultural (DTPH), serta Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai narasumber, gelaran tersebut diikuti kurang lebih 30 orang perwakilan dari berbagai sektor pelaku usaha baik dari pertanian, perkebunan, dan perikanan.

“Kita ingin melihat atau memperkirakan berapa jumlah stok 9 bahan pokok yang kita miliki saat ini, serta ingin mengetahui bagaimana produksi yang ada di Kabupaten Banjar. Utamanya seperti beras, daging, telur dan lain sebagainya apakah masih cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat jelang HBKN,” ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan Banjar Eddy Hasby kepada sejumlah awak media usai kegiatan Koordinasi Prognosa atau suatu tindakan untuk memprediksi.

Mengingat, papar pria yang kerab disapa Eddy menambahkan, urusan pangan sudah menjadi tanggungjawab wajib bagi Pemerintah Daerah (Pemda) Banjar. “Ketika terjadi lonjakan harga bahan kebutuhan pokok, kita sebagai Struktural Organisasi Pemerintah Daerah (SOPD) Banjar yang membidangi harus peka,” ucap Eddy yang mengatakan kenaikan harga kebutuhan pokok bisa berdampak pada meningkatnya inflasi.

Dengan hasil perkiraan tersebutlah lanjut Eddy menjelaskan, pihaknya dapat mempelajari intervensi yang harus dilakukan terkait ketahanan panga baik, untuk jangka pendek, menengah, dan jangka panjang mulai dari aspek produksi, ketersediaan, konsumsi, distribusi, serta akses barang kebutuhan pokok tersebut.

“Kalau permasalahan tersebut dapat ditangani secara menyeluruh dan terintegrasi, Insyaallah kebutuhan pangan di Kabupaten Banjar bisa dikendalikan. Kita akan berupaya untuk menekan inflasi agar tidak meningkat, bahkan tahun lalu kita berhasil menekan inflasi,” tandasnya Eddy yang mengungkapkan kebutuhan pangan meningkat hingga akhir 2019.

BACA JUGA :
PLN UIP KLT Sukses Backfeeding Unit 2 PLTU Kalselteng

Sebab, jelang akhir tahun didapati ada beberapa hari besar yang menyebabkan meningkatnya permintaan masyarakat, utamanya usai bulan Ramadhan 1440 H tahun ini umat muslim kembali menyambut Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

“Dan ini tetap kita perhitungkan dan analisa bagaimana ketahanan pangan di Kabupaten Banjar. Mengingat kelangkaan dan kelonjakan harga difaktori berbagai hal, salah satunya stok bahan kebutuhan pokok yang minim dibudidayakan di Kabupaten Banjar seperti bawang sehingga harus dilakukan impor bahan dari luar daerah,” tuturnya. (adv/zai/klik)

 

Berita Terbaru