Jumat, Juni 19, 2026
BerandaBanjarmasinDari “Hutan Belantara” ke Arena Layang-Layang, Lahan Pelindo di Banjarmasin Jadi Ruang...

Dari “Hutan Belantara” ke Arena Layang-Layang, Lahan Pelindo di Banjarmasin Jadi Ruang Publik Dadakan

klikkalimantan.com, Banjarmasin — Lahan milik PT Pelindo di kawasan Jalan Pelabuhan Lama, Kota Banjarmasin, yang sempat disorot karena terbengkalai dan disebut menyerupai “hutan belantara”, kini berubah fungsi secara spontan menjadi ruang bermain masyarakat. Setiap sore, area tersebut dipadati anak-anak hingga orang dewasa yang memanfaatkannya sebagai arena bermain layang-layang.

Fenomena ini menghadirkan pemandangan yang jarang ditemui di kota berjuluk “Kota Seribu Sungai” tersebut. Di tengah keterbatasan ruang terbuka, lahan kosong itu justru menjelma menjadi pusat aktivitas sosial warga, sekaligus tontonan menarik bagi masyarakat sekitar.

“Setiap sore ramai, anak-anak main layangan, orang tua juga ada yang ikut. Jadi hiburan tersendiri,” ujar salah satu warga yang ditemui di lokasi.

Namun di balik keramaian tersebut, terselip kritik terhadap pengelolaan ruang kota. Sebelumnya, lahan itu sempat disinggung oleh Walikota Banjarmasin karena kondisinya yang tidak terawat. Kini, tanpa intervensi besar atau biaya tinggi, masyarakat justru mampu menghidupkan fungsi sosial lahan tersebut secara mandiri.

Laila, warga setempat, berharap keberadaan ruang seperti itu bisa dipertahankan dan dimanfaatkan secara lebih terarah untuk kepentingan anak-anak.

“Harapannya lahan ini memang bisa dijadikan tempat bermain anak-anak. Tidak perlu mewah atau bagus, yang penting ada ruang untuk mereka,” ujarnya.

Ia menambahkan, keberadaan ruang bermain terbuka sangat penting agar anak-anak tidak sepenuhnya bergantung pada gawai dan teknologi.

“Kalau ada tempat seperti ini, anak-anak bisa lebih aktif di luar, tidak terus-terusan pegang handphone,” katanya.

Fenomena ini sekaligus menjadi ironi bagi pembangunan kota. Di satu sisi, kebutuhan ruang terbuka publik semakin mendesak, namun di sisi lain ketersediaan lahan murah atau tanpa biaya hampir tidak ada lagi di Banjarmasin.

Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan tentang komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan ruang publik yang layak dan inklusif. Lahan Pelindo yang kini ramai dimanfaatkan warga menjadi bukti bahwa ruang terbuka, sekecil apa pun, memiliki nilai sosial yang besar jika dikelola atau setidaknya dibiarkan dapat diakses masyarakat.

Tanpa perencanaan resmi, lahan itu telah menjalankan fungsi yang selama ini sulit diwujudkan: menjadi ruang bermain gratis di tengah kota yang semakin padat.(sin/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments