klikkalimantan.com, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar, melalui Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (DTPH), yang berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel), segera merealisasikan bantuan bibit jeruk di sektor pertanian tanaman pangan holtikultura.
“Kabupaten Banjar memiliki dua daerah sebagai sentra penghasil tanaman jeruk. Yakni di Kecamatan Astambul dan Sungai Tabuk. Kalau tak salah, pada 15 Oktober 2021 lalu, Tim Dinas TPH Kabupaten Banjar yang berkolaborasi dengan Pemprov Kalsel sudah turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi data penyaluran bibit jeruk di wilayah Kecamatan Astambul,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas THP Kabupaten Banjar, HM Riza Dauly kepada klikkalimantan.com, Kamis (21/10/2021).
Riza Dauly menjelaskan, ada sekitar 60.000 batang bibit jeruk yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Kalsel, yang akan disalurkan kepada 49 kelompok tani yang memiliki luasan lahan kurang lebih 300 hektare di Kecamatan Astambul.
“Terkait kapan realisasinya, besar anggaran, hingga spesifikasi bibit bantuannya, bisa langsung tanyakan ke Pemprov Kalsel. Sebab, program recovery sektor pertanian ini merupakan program kolaboratif Pemkab Banjar melalui Dinas TPH dengan Pemprov Kalsel, untuk memulihkan perekonomian di sektor pertanian,” ucapnya.
Riza Dauly yang kesehariannya mengemban tugas sebagai Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Banjar ini mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi setinggi-tinggi kepada Pemprov Kalsel yang turut serta membantu memulihkan perekonomian di sektor pertanian Kabupaten Banjar di tengah keterbatasan anggaran ini.
“Mudah-mudahan, program-program yang sifatnya kolaboratif dan sinergi ini dapat terus terjalin. Karena, bagaimanapun Kabupaten Banjar merupakan bagian dari Pemprov Kalsel,” harapnya.
Riza juga berharap, adanya batuan bibit jeruk tersebut dapat dioptimalkan oleh kelompok tani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
“Untuk meningkatkan kesejahteraan mereka. Petani yang berkeinginan mengakses permodalan dengan sistem bunga 0% pun, kini juga sudah bisa. Silakan ajukan,” ajaknya.
Dikonfirmasi terkait perihal tersebut melalui pesan singkat via WhatsApp, Camat Astambul, Sirajuddin Ali, menyebutkan, berdasarkan hasil rapat beberapa waktu lalu, Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) menyebutkan sekitar 285 hektare perkebunan jeruk di Kecamatan Astambul akan mendapat saluran bantuan bibit.
“Mestinya, pekan tadi bibit jeruk sudah disalurkan. Namun, kabarnya bibit dari Kalimantan Barat (Kalbar) masih belum datang. Mudah-mudahan bibit yang didatangkan dari Jawa dapat tiba pekan depan. Untuk kabar saat ini, kami masih belum menerima laporan dari Kepala BPP,” ujarnya.
Sekadar diketahui, pada Juli-Agustus 2021 lalu, sudah pula direalisasikan berbagai bantuan untuk para petani di Kabupaten Banjar ini. Antara lain bantuan bibit padi rawa di lahan seluas 5.000 hektare, bibit padi hibrida di lahan seluas 3.500 Hektare, bantuan pupuk dan bantuan lainnya, untuk 13.840 petani di Kabupaten Banjar pasca sektor pertaniannya terdampak bencana banjir besar pada Desember 2020 hingga Maret 2021 lalu.(zai/klik)