Jumat, Mei 8, 2026
BerandaBalanganKaji Banding ke Kapuas, Komisi II DPRD Balangan Pelajari Inovasi dan Infrastruktur...

Kaji Banding ke Kapuas, Komisi II DPRD Balangan Pelajari Inovasi dan Infrastruktur Pertanian

klikkalimantan.com, PARINGIN – Komisi II DPRD Kabupaten Balangan melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas guna menggali referensi pengembangan sektor pertanian yang dinilai berhasil di daerah tersebut, Jumat (27/3/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya legislatif Balangan dalam mencari inspirasi dan inovasi untuk meningkatkan sektor pertanian di daerah.

Rombongan yang terdiri dari Hanil Tamjid, Syaibani, Arbani, Bustani, Baihaki, Hayatuddin, dan Nur Fariani ini disambut hangat oleh jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas. Forum diskusi berlangsung terbuka dan interaktif, dengan kedua pihak saling berbagi pengalaman dan praktek terbaik yang telah dijalankan.

Pihak Dinas Pertanian Kapuas memaparkan berbagai program unggulan yang telah berhasil diimplementasikan, termasuk sejumlah inovasi yang berdampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas petani dan kesejahteraan masyarakat pertanian secara keseluruhan.

Anggota Komisi II DPRD Balangan, Nur Fariani, menyebut ada beberapa program yang sangat relevan untuk diadaptasi di Balangan. Di antaranya adalah peningkatan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dari ladang ke pasar, serta program cetak sawah sebagai upaya perluasan lahan produktif yang masih sangat dibutuhkan.

Pemanfaatan Rumah Potong Unggas (RPU) juga menjadi perhatian tersendiri. Program ini berpotensi menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan sekaligus memberikan nilai tambah bagi peternak unggas di Balangan yang selama ini masih mengandalkan pemotongan tradisional.

Yang menarik perhatian Nur Fariani adalah program budidaya tanaman cabai yang terbukti efektif dalam membantu mengendalikan inflasi. Melalui skala kelompok tani maupun rumah tangga, program ini membuat ketersediaan cabai lebih terjamin sehingga gejolak harga dapat diredam.

“Program seperti budidaya cabai ini menarik, karena tidak hanya mendukung ketahanan pangan, tetapi juga berdampak pada stabilitas harga yang langsung dirasakan masyarakat sehari-hari,” ujarnya.

Meski demikian, tidak semua program dinilai bisa langsung diterapkan di Balangan. Beberapa program seperti komoditas beras Anjir dan nanas khas Kapuas sangat bergantung pada karakteristik geografis dan iklim yang berbeda. Komisi II akan melakukan kajian lebih mendalam sebelum merekomendasikan adopsi program-program tersebut. (rul/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments