klikkalimantan.com, BANJARBARU – Kota Banjarbaru, dipimpin Wali Kota Hj Erna Lisa Halaby (ELH) sejak 21 Juni 2025 mematok 15 program stategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025 – 2029. Satu di antaranya adalah penurunan stunting.
Di tahun pertama kepemimpinan bersama wakilnya, Wartono, kerja untuk program tersebut mulai menuai hasil. Di ajang Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah Berprestasi 2026, Kota Banjarbaru meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting Kelompok Kota Regional Kalimantan. Penyerahan penghargaan dilakukan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, Selasa 5/5/2026) di Platinum Hotel & Convention Hall di Jakarta.
Tak sekadar momen seremonial, penyerahan penghargaan sebagai pengakuan atas performa dan kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Banjarbaru yang dinilai paling menonjol dalam mengintegrasikan program pengentasan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di wilayah Kalimantan.
Sebelum ditetapkan sebagai penerima penghargaan, penilaian berbasis indikator dilakukan secara ketat; konvergensi lintas sektor, capaian layanan hingga tingkat kelurahan, efektivitas intervensi, hingga laju penurunan indikator utama.
Inovasi daerah menjadi faktor pembeda utama, menguji sejauh mana pemerintah mampu menghadirkan solusi adaptif dengan dampak nyata. “Sebagai kepala daerah yang dipilih rakyatnya, metode terbaik adalah menciptakan iklim kompetitif. Dari sana akan lahir kinerja dan inovasi terbaik,” kata Mendagri Tito Karnavian dalam sambuatnnya saat ajang berlangsung.
Tak hanya membawa pulang penghargaan dalam rupa piala, atas prestasi tersebut, Wali Kota ELH juga membawa pulang dana dari pemerintah pusat segar sebesar Rp3 Miliar. Insentif fiskal ini diberikan sebagai stimulus agar capaian yang diraih terus ditingkatkan melalui program-program yang kian bedampak langsung pada masyarakat.
“Penghargaan ini adalah milik seluruh masyarakat Banjarbaru. Kami akan terus bekerja memastikan setiap anak tumbuh sehat dan setiap keluarga merasakan peningkatan kesejahteraan. Ini bukan akhir, melainkan penguat komitmen kami untuk menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan dan berkelanjutan, kata Wali Kota ELH.
Keberhasilan diraih Kota Banjarbaru ini tentu bukan hasil instan. Ini didapat dari kerja panjang yang sistematis dan kolaboratif lintas sektoral. Penanganan stunting misalnya, Pemko Banjarbaru memperkuatnya melalui Pra Musrenbang Tematik Stunting 2026 yang melibatkan 86 pemangku kepentingan hingga tingkat RT/RW.
Salah satu inovasi kunci adalah program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting). Program ini menggerakkan para pemangku kepentingan menjadi orang tua asuh bagi anak-anak berisiko, memastikan intervensi gizi berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran.
Konsistensi pada pemenuhan gizi, perbaikan sanitasi, serta keterbukaan data lapangan menjadi fondasi kuat percepatan penurunan stunting di Banjarbaru. Pendekatan serupa juga diterapkan dalam penanggulangan kemiskinan, dengan memastikan program benar-benar menjangkau kelompok paling rentan. (to/klik)









