Senin, Juni 8, 2026
BerandaBanjarJelang Penyusunan APBD Perubahan, Komisi IV DPRD Banjar Evaluasi Program Kerja SOPD

Jelang Penyusunan APBD Perubahan, Komisi IV DPRD Banjar Evaluasi Program Kerja SOPD

klikkalimantan.com, MARTAPURA – Empat Komisi DPRD, tak terkecuali Komisi IV DPRD Kabupaten Banjar menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) untuk mengevaluasi program kerja Satuan Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) pada triwulan I menjelang penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan pada Jumat (5/6/2026).

Dipimpin Hj Anna Rusiana selaku Ketua Komisi IV, sejumlah program strategis yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar melalui dinas teknis dinilai masih belum optimal karena output di lapangan atau dampaknya terhadap masyarakat dinilai belum sebanding dengan besaran anggaran yang dikucurkan.

Di sisi lain, hampir seluruh SOPD mitra kerja Komisi IV DPRD Banjar mengusulkan agar dilakukan penambahan anggaran.

Kursani, salah satu anggota Komisi IV DPRD Banjar menilai, terkait penambahan anggaran yang diusulkan setiap mitra kerjanya dinilai wajar-wajar saja guna meningkatkan pelayanan publik. Namun penggunaan anggaran harus benar-benar berorientasi pada manfaat yang dirasakan masyarakat.

Tak hanya itu, politisi Partai Amanat Nasional (PAN) juga menyoroti kondisi fisik bangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Zalecha Martapura yang dinilai perlu penyegaran.

“Saya berharap ada penyegaran, baik bangunan, dan mengubah warna bangunan RSUD Ratu Zalecha Martapura, khususnya pada bangunan bagian depan, dan kami siap mendukung dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar),” ujarnya.

Sedangkan untuk pelayanan, papar Kursani, RSUD Ratu Zalecha Martapura sudah melakukan berbagai pembenahan sehingga menghasilkan pelayanan yang lebih baik. “Alhamdulillah, pelayanannya susah cukup baik, dan kita melakukan beberapa poin pembahasan bersama RSUD Ratu Zalecha Martapura,” katanya.

Menanggapi perihal tersebut, Direktur RSUD Ratu Zalecha Martapura, Arief Rachman mengatakan, manajemen rumah sakit terus bergerak untuk membenahi sistem pelayanan kesehatan guna merespon cepat terhadap keluhan masyarakat, khususnya dalam hal antrean pelayanan kesehatan.

“Kami sedang merancang manajemen antrean yang lebih efektif dan efisien. Harapannya penggunaan pendaftaran online bisa meningkat karena saat ini baru sekitar 40 persen,” ucapnya.

Dengan inovasi digital tersebut, Arief berharap dapat mengatasi permasalahan antrean panjang yang kerap terjadi di sistem pelayanan RSUD Ratu Zalecha Martapura. “Pemicu utama penumpukan pasien pada jam-jam tertentu karena masih rendahnya pemanfaatan teknologi, dan mayoritas pasien masih memilih datang dan mendaftar langsung (on-site). Karena itu, angka penggunaan pendaftaran online baru menyentuh kisaran 40 persen,” katanya.

Melalui sistem manajemen antrean yang baru, tambah Arief, rumah sakit akan mengatur jam kedatangan pasien secara spesifik berdasarkan nomor urut yang diperoleh melalui pendaftaran online.

Sebagai simulasi pembagian waktu kedatangan pasien. Nomor antrean 1–20, diimbau datang pagi pukul 08.00–09.00 Wita. Nomor Antrean 21–40, diimbau datang pukul 09.00–10.00 Wita.

“Kalau menggunakan pendaftaran online, kita bisa memberikan kepastian jadwal layanan. Pasien tidak lagi datang jam tujuh pagi tetapi baru dilayani menjelang siang,” pungkasnya. (zai/klik)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

Recent Comments