Wujudkan Listrik Berkeadilan, PLN UIP Kalbagtim Kebut Pembangunan SUTT 150kV Selaru – Sebuku

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

klikkalimantan.com, KOTABARU – Disuplai Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) berkekuatan 588 Megawatt (MW), sistem kelistrikan di Pulau Sebuku, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan saat ini masih beroperasi hanya 12 jam, dengan jumlah pelanggan sebanyak 1.981.

Karena itu, untuk mewujudkan konsumsi listrik yang berkeadilan, saat ini PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP Kalbagtim) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 4 (UPP Kalbagtim 4) sedang melaksanakan pembangunan Saluran Udara Tegangang Tinggi (SUTT) 150kV Selaru – Sebuku.

Dengan beroperasinya SUTT 150kV Selaru – Sebuku nantinya, menurut Arie Nugroho Ardianto, Manager Unit Pelaksana Proyek UPP Kalbagtim 4, akan membantu PLN menghemat BBM dengan menonaktifkan PLTD. Pun nantinya Pulau Sebuku akan masuk ke dalam sistem interkoneksi, sehingga masyarakat di Pulau Sebuku dapat menikmati listrik selama 24 jam.

“Saat ini PLN UIP Kalbagtim terus berjuang untuk mensukseskan SUTT 150 kV Selaru–Sebuku yang nantinya akan berdampak untuk seluruh masyarakat di Kotabaru dan Pulau Sebuku. Progresnya cukup baik,” ujar Arie Nugroho Ardianto.

Progres pembangunan SUTT 150kV Selaru – Sebuku yang membentang sepanjang 74,92 kilometer sirkit (kms) tengah dalam tahap konstruksi. Sedangkan untuk kegiatan pengadaan tanah sudah selesai 100 persen. Peningkatan progresnya terus diawasi sehingga tidak terlambat dari perencanaan. Disamping itu pembangunan SUTT 150kV ini juga untuk menyuplai kebutuhan pelanggan tegangan tinggi, PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO) yang membutuhkan listrik 60 MVA sebagai penunjang bisnisnya.

“Kami percaya dengan dukungan masyarakat dan stakeholder terkait, pembangunan SUTT ini dapat selesai tepat waktu, sehingga dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat Kotabaru. Pembangunan SUTT 150 kV Selaru-Sebuku merupakan bukti keseriusan PLN dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas infrastruktur ketenagalistrikan, serta rasio elektrifikasi, khususnya di Kalsel,” kata Arie.

BACA JUGA :
Anggota Dewan Mangkir, HM Yunani; Kehadiran Dewan Melekat Pada Sumpah Janji Jabatan

Dengan sistem kelistrikan yang andal, ujarnya, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan industri bisnis di sekitarnya. Sehingga pembangunan dan perekonomian daerah setempat turut meningkat. (to/klik)