klikkalimantan.com, BANJARMASIN – Ketua Komisi IV DPRD Kota Banjarmasin, Hj Neli Listriani, mendorong Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) untuk terus memperkuat upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak.
Menurut Hj Nely, langkah preventif melalui edukasi dan sosialisasi harus terus digencarkan masyarakat, khususnya korban, agar memiliki keberanian untuk melapor jika mengalami atau mengetahui tindak kekerasan.
“Kami mendorong DP3A agar terus melakukan sosialisasi secara berkala, supaya perempuan dan anak lebih berani bersuara ketika mengalami kekerasan,” ujar Hj Nely.
Istri Walikota Banjarmasin ini menilai, upaya yang telah dilakukan selama ini mulai menunjukkan hasil positif. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah laporan yang masuk melalui layanan aduan DP3A.
“Kalau kita melihat dari meningkatnya laporan yang masuk, ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat sudah mulai tumbuh. Artinya, upaya yang dilakukan selama ini bisa dikatakan berhasil,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan laporan bukan berarti kasus kekerasan bertambah. Melainkan mencerminkan semakin terbukanya akses dan keberanian korban untuk melapor.
“Ini bukan berarti kasusnya makin banyak, tapi masyarakat sekarang sudah lebih berani melapor dan tidak lagi takut,” tegasnya.
Ke depan, ia berharap berbagai upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan dapat benar-benar menekan angka kekerasan hingga seminimal mungkin.
“Harapan kita tentu ke depan tidak ada lagi kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Banjarmasin. Ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.(sin/klik)









